Cegah Corona, Kaisar Jepang Tak Sapa Warga saat Tahun Baru

CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2020 10:03 WIB
Kaisar Jepang, Naruhito dan keluarga tidak akan menyapa warga saat perayaan Tahun Baru dari balkon istana untuk mencegah penyebaran virus corona. Kaisar Naruhito tidak akan menyapa warga saat Tahun Baru. (Foto: (Issei Kato/Pool Photo via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kaisar Jepang Naruhito dan keluarga tidak akan menyapa warga saat perayaan Tahun Baru dari balkon istana. Keputusan tersebut dilakukan untuk mencegah kemunculan kembali infeksi virus corona.

Badan Rumah Tangga Kekaisaran seperti mengutip Associated Press mengatakan, salam tahunan pada 2 Januari 2021 akan ditiadakan.

Momen saat keluarga kerajaan Jepang menyapa warga ketika perayaan Tahun baru merupakan tradisi yang menarik puluhan ribu pengunjung lokal dan asing ke taman nasional.


Keluarga kerajaan Jepang terakhir kali membatalkan tradisi menyapa warga dari balkon istana pada 1990 saat kakek Naruhito meninggal dunia.

Sejak awal pandemi Covid-19 dilaporkan di Jepang, Kaisar Naruhito dan keluarga kerjaan jarang muncul di depan umum. Acara istana juga dibatalkan untuk mencegah penularan virus corona.

Keputusan pihak kerjaan sejalan dengan desakan ahli agar pemerintah mengurangi kegiatan sosial dan bisnis sebelum musim liburan setelah terjadi peningkatan kasus harian virus corona.

Dalam beberapa hari terakhir Jepang melaporkan rekor lonjakan kasus harian sejak dilanda pandemi.

Pada Jumat (27/11) rekor infeksi harian corona mencapai angka tertinggi, 2.530 kasus baru. Bukan hanya itu, Kementerian Kesehatan Jepang juga melaporkan angka kematian harian tertinggi mencapai 23 orang.

Hingga saat ini total kasus corona di Jepang mencapai 142.780 dengan 2.087 kematian.

Dilansir CNN, secara keseluruhan saat ini Jepang mencatat 116.778 pasien telah diizinkan pulang dari rumah sakit, sementara 435 orang dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan.

Tokyo menjadi daerah dengan kasus corona tertinggi di Jepang yakni sebanyak 570 infeksi baru. Secara keseluruhan hingga saat ini Tokyo mendominasi infeksi corona yakni sebanyak 39.640 kasus dengan 488 kematian.



(Associated Press/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK