Korsel Sebut Korut Larang Cari Ikan di Laut Demi Cegah Covid

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 21:27 WIB
Korsel mengeluarkan laporan bahwa Korut memberlakukan larangan penangkapan ikan di laut, me-lockdown ibu kota, dan mengeksekusi dua orang. Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un disebut mengeluarkan kebijakan irasional dalam penanganan Covid-19. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan dalam laporan terbaru mengatakan Korea Utara baru-baru ini mengeksekusi mati setidaknya dua orang pejabat, melarang penangkapan ikan di laut, dan mengunci ibu kota Pyongyang. Hal ini dinilai sebagai respons panik atas potensi penyebaran virus corona.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengungkapkan hal tersebut kepada anggota parlemen pada Jumat (27/11).

Pemerintah Kim disebut juga memerintahkan diplomat di luar negeri untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat memprovokasi Amerika Serikat karena khawatir kemungkinan pendekatan yang dilakukan oleh presiden terpilih Joe Biden terhadap Korea Utara.


Salah satu anggota parlemen Korsel, Ha Tae-keung mengutip NIS mengatakan, Kim telah menunjukkan "kemarahan yang berlebihan" dan mengambil "tindakan irasional" atas pandemi Covid-19 dan dampak ekonominya bagi Korut.

Mengutip Associated Press, menurut laporan NIS, Ha mengatakan salah satu orang yang dieksekusi Korut merupakan penukar uang terkenal di Pyongyang. Ia dianggap bertanggung jawab atas penurunan signifikan nilai tukar mata uang won terhadap dolar AS.

Pada Agustus lalu NIS juga melaporkan telah mengeksekusi seorang pejabat penting Korut karena dianggap melanggar peraturan pemerintah yang membatasi barang yang dibawa dari luar negeri. Identitas kedua orang tersebut tidak diidentifikasi.

NIS melaporkan kepada anggota parlemen jika Pyongyang telah mengeluarkan larangan menangkap ikan dan produksi garam di laut untuk mencegah air laut terinfeksi virus corona.

Baru-baru ini Korut telah memberlakukan lockdown ibu kota Pyongyang dan provinsi Janggang utara karena infeksi virus corona. Aturan serupa juga sempat diberlakukan di daerah lain saat pejabat setempat menemukan barang-barang tidak sah di bawah masuk dari luar negeri.

Pemerintahan Kim hingga saat ini berkeras tidak menemukan satu kasus virus pun di Korut. Klaim ini memicu perdebatan oleh para ahli, kendati telah melakukan upaya maksimal untuk mencegah penyebaran virus corona termasuk lemahnya fasilitas medis di sana.

NIS juga melaporkan Korut telah gagal melakukan upaya peretasan terhadap setidaknya satu perusahaan farmasi Korsel untuk mencoba mencuri pengembangan vaksin corona.

Pandemi Covid-19 memaksa Korut menutup perbatasannya dengan China, mitra terbesar dan utamanya sejak Juni lalu. Penutupan perbatasan dilakukan bersamaan dengan serangkaian bencana alam yang menimpa Korut.

(Associated Press/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK