49 Orang di India Meninggal Dunia Karena Gelombang Panas

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 02:24 WIB
49 Orang di India Meninggal Dunia Karena Gelombang Panas Ilustrasi (REUTERS/Prashant Waydande)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelombang panas yang terjadi selama 24 jam terakhir di negara bagian Bihar, India menyebabkan 49 orang meninggal dunia pada Minggu (16/6). Gelombang panas itu membuat suhu udara mencapai lebih dari 45 derajat Celcius dalam beberapa hari terakhir di Bihar.

Korban meninggal terjadi di tiga distrik yang merupakan distrik miskin dan tengah mengalami kekeringan. Sebanyak 27 orang meninggal di distrik Aurangabad, 15 orang di Gaya dan tujuh di distrik Nawada.

"Itu adalah kejadian yang mendadak pada Sabtu (15/6) sore. Orang-orang yang terkena sengatan gelombang panas dilarikan ke rumah sakit yang berbeda. Sebagian besar dari mereka meninggal pada Sabtu malam dan beberapa pada Minggu pagi selama perawatan," kata pejabat kesehatan India Vijay Kumar kepada AFP.


Pemerintah India menyatakan akan memberikan kompensasi sebesar 400 ribu rupee atau hampir Rp82 juta untuk keluarga setiap korban.

Selain itu, 40 orang lainnya saat ini tengah di rawat di rumah sakit yang di kelola pemerintah di Aurangabad. Mengingat gelombang panas masih terjadi di India, diperkirakan jumlah itu masih akan terus meningkat.

"Pasien yang terkena gelombang panas masih terus berdatangan. Angka kematian bisa cenderung meningkat jika gelombang panas berlanjut," tutur Vijay.

Sebagian besar korban berusia di atas 50 tahun dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi setengah sadar dengan gejala berupa demam tinggi, diare, dan muntah.

Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan mengimbau setiap orang di wilayah India Utara tidak boleh keluar rumah hingga suhu udara menurun. Sebagian besar wilayah India Utara dalam dua minggu terakhir mengalami panas terik dengan suhu dapat mencapai 50 derajat Celcius.

"Panas yang hebat mempengaruhi otak dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan," kata Vardhan. (ptj/eks)