Pasokan Listrik di Argentina dan Uruguay Berangsur Pulih

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 17:02 WIB
Pasokan Listrik di Argentina dan Uruguay Berangsur Pulih Ilustrasi Ibu Kota Buenos Aires, Argentina. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaringan listrik di Argentina dan Uruguay kembali berfungsi hingga lebih dari 70 persen setelah terjadi pemadaman listrik besar-besaran yang berdampak terhadap sekitar 48 juta orang pada Minggu (16/7) kemarin. Menteri Energi Argentina, Gustavo Lopetegui, menyatakan jaringan listrik kembali normal sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Meski begitu, ada beberapa provinsi seperti Tierra del Fuego di wilayah selatan yang masih mengalami pemadaman listrik. Lopetegui beralasan hal itu diakibatkan wilayah mereka bukan bagian dari jaringan listrik nasional.
Sementara itu, perusahaan listrik Uruguay, UTE, juga melaporkan jaringan listrik telah pulih sekitar 88 persen ke seluruh wilayah negaranya. Setelah pemadaman listrik berakhir, sistem perusahaan mereka dapat beroperasi kembali seperti semula.

Lopetegui sebelumnya sempat mengatakan kegagalan jaringan listrik di Argentina tetap terjadi meskipun kerap diperiksa secara rutin.


"Hal mengejutkan yang terjadi adalah pemadaman total di seluruh wilayah," tambahnya.

Menurut Lopetegui, pemadaman listrik ini terjadi secara otomatis guna melindungi sistem. Pemadaman listrik yang terjadi setelah pukul 07.00 waktu setempat juga dialami Paraguay.
Peristiwa ini merupakan yang pertama terjadi di seluruh Argentina yang memiliki populasi lebih dari 44 juta jiwa, serta Uruguay dengan 3,4 juta penduduk.

Sementara itu, Kementerian Energi Argentina menginformasikan bahwa sistem interkoneksi listrik telah ambruk sehingga mengakibatkan adanya pemadaman total. Insiden ini juga mempengaruhi kerja generator yang digunakan oleh beberapa rumah sakit umum dan klinik swasta.

"Satu-satunya gangguan terjadi pada elevator. Kami hanya memiliki satu elevator yang berfungsi, tapi semua layanan dapat berjalan tanpa masalah," jelas seorang petugas di Rumah Sakit Fernandez.

Meskipun jaringan listrik telah diterima beberapa sektor di Buenos Aires, operasional kereta listrik dan kereta api hingga kini masih terhambat.

Penyebab terjadinya pemadaman total ini belum diketahui secara pasti.
Juru bicara perusahaan energi terbesar di negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil, RGE, mengatakan bahwa pihaknya tidak mengalami pemadaman listrik. Wilayah kerja mereka berbatasan dengan Argentina dan Uruguay.

Argentina dan Uruguay sendiri memiliki jaringan listrik bersama yang berpusat di bendungan Salto Grande, sekitar 450 kilometer dari utara Buenos Aires. (ajw/ayp)