"Sejarah tidak akan melupakan tirani yang menyebabkan kematiannya dengan memenjarakannya dan mengancamnya dengan eksekusi," ujar Erdogan dalam pidato di Istanbul yang disiarkan di televisi nasional Turki.
Sejak saat itu, Sisi melakukan operasi besar-besaran untuk membungkam dan mengadili para pendukung Mursi yang kebanyakan merupakan anggota Ikhwanul Muslimin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di mata kami, Mursi adalah martir yang kehilangan nyawanya demi hal yang ia yakini," ucap Erdogan sebagaimana dikutip AFP.
Mohammed Mursi meninggal dunia setelah pingsan saat menjalani persidangan pada Senin (17/6). (Asmaa Waguih) |
"Kudeta menggulingkannya dari kekuasaan, tapi sejarahnya tidak akan pudar," katanya.
"(Otoritas Mesir) memasukkannya ke sel isolasi. Mereka menahan obat-obatan dan memberinya makanan yang menjijikkan. Mereka tidak memberinya hak asasi yang paling mendasar," demikian pernyataan Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwanul Muslimin.
Namun, stasiun televisi Mesir langsung menyiarkan berbagai berita yang menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai "kelompok teroris" dan mengulang-ulang slogan "Ikhwanul Muslimin pembohong."
Pada Mei 2015 lalu, sekelompok anggota parlemen Inggris juga sudah memperingatkan bahwa kondisi tahanan Mursi tak memenuhi standar internasional dan dapat mengakibatkan "kematian prematur." (has)
Mohammed Mursi meninggal dunia setelah pingsan saat menjalani persidangan pada Senin (17/6). (Asmaa Waguih)