Mesir Larang Eks Presiden Mursi Dikuburkan di Makam Keluarga

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 08:13 WIB
Mesir Larang Eks Presiden Mursi Dikuburkan di Makam Keluarga Otoritas Mesir dilaporkan melarang mantan Presiden Mohamed Mursi dikuburkan di pemakaman keluarganya setelah meninggal dunia pada Senin (17/6). (Asmaa Waguih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Mesir dilaporkan melarang mantan Presiden Mohamed Mursi dikuburkan di pemakaman keluarganya setelah meninggal dunia pada Senin (17/6).

Putra Mursi, Abdullah Mohamed Mursi, mengonfirmasi kabar ini kepada Reuters tak lama setelah Mursi dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit usai pingsan di Pengadilan Kairo.

Abdullah mengatakan bahwa hingga saat ini, pihak keluarga sendiri belum mengetahui lokasi jasad Mursi.


Mereka juga belum bisa berkomunikasi langsung dengan otoritas. Keluarga hanya bisa berhubungan dengan otoritas melalui pengacara.
Larangan ini menimbulkan tanda tanya terkait penyebab kematian Mursi. Sebelumnya, pemerintah Mesir sudah menyatakan bahwa eks presiden itu terkena serangan jantung saat menghadiri persidangan kasus spionase di Pengadilan Kairo.

Jaksa penuntut umum mengatakan Mursi sempat jatuh pingsan dalam kurungan terdakwa di ruang sidang tak lama setelah berbicara. 

Ia lalu dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 16.50 waktu setempat. Reuters melaporkan autopsi menunjukkan tidak ada tanda-tanda cedera dalam tubuh Mursi.
Mesir Larang Mursi Dikuburkan di Pemakaman KeluargaJaksa penuntut umum mengatakan Mohamed Mursi sempat jatuh pingsan dalam kurungan terdakwa di ruang sidang tak lama setelah berbicara. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Sumber pengadilan dan keamanan juga mengatakan Mursi tampak bersemangat dan tak menunjukkan tanda-tanda sakit.

"Pengadilan mengabulkan permintaannya untuk berbicara selama lima menit. Dia jatuh ke tanah di dalam kurungan dan segera dibawa ke rumah sakit," demikian pernyataan kantor Jaksa Agung Mesir.

Mursi tiba di rumah sakit tepat pukul 16.50 dan tidak ada luka baru di tubuhnya. Petugas lantas memeriksa Mursi lebih jauh.

"Sebuah laporan medis menemukan tidak ada denyut nadi atau pernapasan," tulis kantor Jaksa Agung Mesir.
Sementara itu, kuasa hukum Mursi, Abdel-Menem Abdel-Maqsood, mengatakan kesehatan Mursi terbilang buruk saat di penjara.

Berbagai pihak pun menyalahkan Mesir atas kematian Mursi, mulai dari Ikhwanul Muslimin hingga Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

"(Otoritas Mesir) memasukkannya ke sel isolasi. Mereka menahan obat-obatan dan memberinya makanan yang menjijikkan. Mereka tidak memberinya hak asasi yang paling mendasar," demikian pernyataan Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwanul Muslimin. 
Sejumlah kelompok internasional juga menduga perlakuan buruk di penjara berpengaruh pada kematian Mursi.

Pada Mei 2015 lalu, sekelompok anggota parlemen Inggris juga sudah memperingatkan bahwa kondisi tahanan Mursi tak memenuhi standar internasional dan dapat mengakibatkan "kematian prematur."  (has/has)