Pasukan India dan Pemberontak Bentrok di Kashmir, 4 Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 12:36 WIB
Pasukan India dan Pemberontak Bentrok di Kashmir, 4 Tewas Ilustrasi pasukan India di Kashmir. (REUTERS/Cathal McNaughton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak empat tentara India dan tiga militan tewas dalam ledakan bom mobil dan bentrokan di wilayah Kashmir. Insiden ini memicu aksi baku tembak antara pasukan India dan pemberontak pada Selasa (18/6) kemarin.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/6), Juru Bicara Angkatan Bersenjata India, Kolonel Rajesh Kalia, menyatakan seorang tentara dan dua orang terduga pemberontak tewas dalam baku tembak yang terjadi di kota Anantnag, pada wilayah Kashmir yang dikelola India.
Dua orang tentara juga ikut tewas serta banyak korban lain yang terluka akibat ledakan bom mobil yang menghantam truk militer India pada Senin (17/6) di wilayah Pulwama.

Petugas kepolisian senior juga menginformasikan sekitar 12 tentara terluka dalam ledakan tersebut. Mereka kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit militer di Srinagar, Kashmir.


Kalia menyebut serangan bom mobil untuk menyerang pasukan patroli India gagal. Namun, dia juga melaporkan beberapa jam sebelum bom mobil terjadi, kontak senjata antara milisi dan pasukan India telah menewaskan masing-masing seorang tentara dan milisi.

Bom itu dipasang di wilayah yang sama di mana pelaku bom bunuh diri pada Februari lalu menargetkan pasukan India dan menewaskan 40 aparat.
Penyerangan ini yang akhirnya mengakibatkan India dan Pakistan melakukan aksi saling serang di udara.

India dan Pakistan sendiri telah membagi mayoritas Muslim Kashmir setelah kemerdekaan mereka pada 1947 silam. Namun, di wilayah itu terjadi pemberontakan selama lebih dari tiga dekade dan menewaskan sekitar 70 ribu penduduk sipil.

Pertempuran sengit pun terus berlanjut sekitar tiga tahun terakhir antara pasukan India dengan pemberontak di wilayah selatan Kashmir.

India memiliki sekitar 500 ribu pasukan yang ditempatkan di wilayah Kashmir.

[Gambas:Video CNN]


Pihak pemberontak Kashmir menuntut kemerdekaan atau memilih bersatu dengan Pakistan. Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan bahwa India berhak untuk menumpas milisi di Kashmir.

Pemerintah India juga menuduh Pakistan diam-diam mendukung aksi para pemberontak di Kashmir. Namun, Pakistan membantahnya dan beralasan bahwa pihaknya hanya memberi dukungan moral dan diplomatis kepada warga Kashmir. (ajw/ayp)