Serangan tak hanya ditujukan kepada kapal tanker Jepang, Front Altair milik Norwegia pun tak luput dari serangan tersebut.
Usai kedua serangan tersebut terjadi, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan pihaknya tidak goyah terhadap ancaman yang dilayangkan Iran itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rezim Iran tidak menghormati kehadiran Perdana Menteri Jepang sebagai tamu di Teheran dan menanggapi upaya diplomatik dengan menyerang dua kapal tanker, salah satunya adalah Jepang."
Menurut lembaga Administrasi Informasi Energi Arab Saudi, serangan yang terjadi pada kapal tanker Jepang dan Norwegia terjadi di Selat Hormuz, daerah vital yang menghubungkan negara-negara kaya energi di Timur Tengah.
Selain itu, Iran dikabarkan tengah berjuang untuk melumpuhkan sangsi dari AS. Parlemen Iran diketahui telah berulang kali mengancam AS terkait pemblokiran daerah Selat Hormuz.
Perserikatan Bangsa-bangsa pun kini telah menyerukan untuk melakukan penyelidikan independen terhadap kasus penyerangan kapal tanker Jepang dan Norwegia.
Putra Mahkota Arab Saudi juga menuduh Iran atas serangan pada 12 Mei lalu terhadap empat kapal tanker yang berlabuh di Teluk Oman menuju pelabuhan Fujairah, Arab Saudi. (din/eks)