Arab Saudi Tuduh Iran sebagai 'Dalang' Serangan Tanker Jepang

CNN Indonesia | Minggu, 16/06/2019 21:15 WIB
Arab Saudi Tuduh Iran sebagai 'Dalang' Serangan Tanker Jepang Kapal tanker Jepang yang diserang di teluk Oman (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerajaan Arab Saudi menuduh Iran sebagai dalang dari ledakan kapal tanker Jepang, Kokuka Courageous. Ledakan itu terjadi di Teluk Oman saat kapal tanker itu hendak membawa material metanol, Kamis (13/6) lalu.

Serangan tak hanya ditujukan kepada kapal tanker Jepang, Front Altair milik Norwegia pun tak luput dari serangan tersebut.

Usai kedua serangan tersebut terjadi, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan pihaknya tidak goyah terhadap ancaman yang dilayangkan Iran itu.


"Kami tidak ingin perang di wilayah ini tetapi kami tidak akan ragu untuk menghadapi ancaman terhadap rakyat kami, kedaulatan kami, integritas wilayah kami dan kepentingan vital kami," kata Mohammed, seperti dilansir AFP.

"Rezim Iran tidak menghormati kehadiran Perdana Menteri Jepang sebagai tamu di Teheran dan menanggapi upaya diplomatik dengan menyerang dua kapal tanker, salah satunya adalah Jepang."

Menurut lembaga Administrasi Informasi Energi Arab Saudi, serangan yang terjadi pada kapal tanker Jepang dan Norwegia terjadi di Selat Hormuz, daerah vital yang menghubungkan negara-negara kaya energi di Timur Tengah.

Selain itu, Iran dikabarkan tengah berjuang untuk melumpuhkan sangsi dari AS. Parlemen Iran diketahui telah berulang kali mengancam AS terkait pemblokiran daerah Selat Hormuz.

Langkah yang dilakukan Iran itu bakal mengganggu kapal tanker minyak yang bepergian dari wilayah Teluk ke Samudera Hindia dan rute ekspor global.

Perserikatan Bangsa-bangsa pun kini telah menyerukan untuk melakukan penyelidikan independen terhadap kasus penyerangan kapal tanker Jepang dan Norwegia.

Putra Mahkota Arab Saudi juga menuduh Iran atas serangan pada 12 Mei lalu terhadap empat kapal tanker yang berlabuh di Teluk Oman menuju pelabuhan Fujairah, Arab Saudi. (din/eks)