PM Israel Resmikan 'Dataran Tinggi Trump' di Golan

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 07:44 WIB
PM Israel Resmikan 'Dataran Tinggi Trump' di Golan PM Israel, Benjamin Netanyahu, meresmikan pemukiman baru di Dataran Tinggi Golan yang diberi nama Dataran Tinggi Trump sebagai penghormatan untuk Donald Trump. (Reuters/Ammar Awad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meresmikan permukiman baru di Dataran Tinggi Golan yang diberi nama "Dataran Tinggi Trump" sebagai penghormatan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Melalui sebuah upacara pada Minggu (16/6), Netanyahu mengumumkan nama baru kawasan tersebut dengan meresmikan tanda "Dataran Tinggi Trump" di hadapan para tamu undangan.

"Terima kasih PM @netanyahu dan Israel atas kehormatan ini," kata Trump melalui Twitter tak lama setelah prosesi tersebut.




Netanyahu sudah mengumumkan rencana mengabadikan nama Trump di salah satu daerah di Dataran Tinggi Golan sejak Mei lalu.

Rencana ini disusun untuk memberi penghormatan bagi Trump karena sudah mengakui Golan sebagai wilayah kekuasaan Israel.

Dengan keputusan yang diambil pada 25 Maret itu, Trump menghancurkan konsensus internasional karena sebelumnya, Dataran Tinggi Golan merupakan daerah sengketa antara Israel dan Suriah.
Israel menyita dataran di perbatasan kedua negara itu dari Suriah saat Perang Enam Hari yang pecah pada 1967 silam. Mereka kemudian mencaplok Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1991.

"Dataran Tinggi Golan adalah bagian dari Israel dan akan selalu seperti itu. Trump merupakan teman baik Israel yang sudah mengambil keputusan yang tak pernah diambil sebelumnya," kata Netanyahu.

Hadir dalam upacara peresmian tersebut, Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman, mengatakan bahwa penamaan kawasan ini "merupakan gestur yang luar biasa."

[Gambas:Video CNN]

Netanyahu kemudian membeberkan sejumlah janji bagi Dataran Tinggi Trump, termasuk pembangunan jalan dan rumah, juga fasilitas edukasi dan pariwisata.

Seorang penduduk setempat, Vladimir Pelopzerkovski, berharap janji itu benar-benar dipenuhi. Namun, setelah berbicara dengan Netanyahu, ia ragu janji itu akan membawa perubahan besar.

"Saya tidak yakin janji-janji ini akan membawa perubahan yang sesungguhnya," kata Pelopzerkovski. (has/has)