Stok Uranium Akan Lewati Batas, Iran Desak Eropa Bertindak

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 18:22 WIB
Stok Uranium Akan Lewati Batas, Iran Desak Eropa Bertindak Ilustrasi unjuk rasa di Amerika Serikat menentang program nuklir Iran. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran menyatakan persediaan hasil pengayaan uranium mereka dalam sepuluh hari mendatang akan melebihi batas yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir yang ditandatangani empat tahun lalu. Jika hal ini terjadi maka akan menambah panas perselisihan mereka dengan Amerika Serikat, tetapi di sisi lain mereka berharap negara-negara Eropa turun tangan untuk membantu mempertahankan kesepakatan itu.

"Produksi pengayaan uranium telah kami tingkatkan menjadi empat kali lipat dan akan terus bertambah dalam waktu mendatang, sehingga dalam 10 hari akan melampaui batas 300 kilogram," kata Juru Bicara Badan Tenaga Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, seperti dilansir Reuters, Senin (17/6).
"Masih ada waktu bagi negara-negara Eropa untuk bertindak. Cadangan (uranium) Iran semakin hari selalu bertambah secara cepat. Penting bagi mereka (Eropa) untuk menjaga kesepakatan itu, mereka harus berupaya sebaik mungkin. Segera setelah mereka menunjukkan komitmennya, segala hal akan kembali seperti semula," ujar Kamalvandi.

Iran menyatakan akan mengurangi kepatuhan mereka dalam perjanjian itu sebagai bentuk protes terhadap Amerika Serikat. Sebab, Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari kesepakatan itu pada 8 Mei 2018 lalu, setelah menuduh Iran mengembangkan program peluru kendali dan terlibat dalam konflik di sejumlah wilayah di Timur Tengah.


Bahkan Trump menjatuhkan sejumlah sanksi baru terhadap Iran. Hal ini membuat Iran berang dan menyatakan Trump tidak menepati janji.
Padahal, Iran menandatangani perjanjian itu dengan harapan AS dan sejumlah negara Eropa mencabut sanksi internasional atas mereka. Sebagai gantinya, Iran memangkas produksi pengayaan uranium supaya program nuklir mereka tidak bisa dijadikan hulu ledak.

Dalam kesepakatan itu Iran dibatasi melakukan pengayaan uranium heksaflouride sebanyak 300 kilogram sebesar 3,67 persen, yang setara dengan 15 tahun produksi.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok, menyatakan Uni Eropa menginginkan Iran tetap menaati kesepakatan nuklir itu.

[Gambas:Video CNN]

"Sangat penting untuk tetap melakukan verifikasi itu melalui Badan Atom Internasional meski Iran dianggap masih memenuhi kriteria itu. Selama Iran memenuhi kriteria yang ditetapkan, kita harus menaati kesepakatan ini," kata Stef di sela-sela lawatan di Luksemburg. (ayp/ayp)