"Saya pikir masalah itu sudah diselidiki secara mendalam oleh banyak pihak. Maksud saya, saya sudah membaca segala macam laporan (soal pembunuhan Khashoggi)," kata Trump, seperti dilansir The Guardian, Senin (24/6).
"Saya tidak seperti orang bodoh yang mengatakan, 'Kami tidak mau berbisnis dengan mereka.' Lagipula jika mereka tidak berbisnis dengan kita, kamu tahu apa yang mereka lakukan? Mereka akan berbisnis dengan Rusia dan China," ujar Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, Senat AS memutuskan menolak mengesahkan kontrak pembelian persenjataan Arab Saudi. Tujuh senator fraksi Republik mendukung keputusan faksi Demokrat. Trump lantas menyatakan bakal menggunakan hak veto dan melanjutkan kontrak pembelian itu.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menolak laporan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menyimpulkan ada dugaan kuat bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Dia menyatakan pelapor khusus PBB, Agnes Callamard, hanya mempolitisasi perkara itu.
Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.
Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. Sejauh ini, jaksa Saudi telah mendakwa 11 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi, lima di antaranya terancam hukuman mati.
Callamard menuturkan proses pengadilan di Saudi harus ditangguhkan dengan alasan khawatir atas potensi penyalahgunaan proses peradilan dan kerahasiaan.
[Gambas:Video CNN]
Jubeir menolak segala upaya untuk mempengaruhi proses hukum yang tengah berjalan di Saudi. Menurut dia Saudi akan mempertahankan hak untuk memproses hukum kasus Khashoggi.
Jubeir juga mengancam akan mengambil tindakan hukum sebagai tanggapan atas klaim Callamard tersebut. (ayp/ayp)