Pemberontak Houthi Klaim Serang Pembangkit Listrik Arab Saudi

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 15:59 WIB
Pemberontak Houthi Klaim Serang Pembangkit Listrik Arab Saudi Ilustrasi kelompok pemberontak Houthi di Yaman. (Reuters/Khaled Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim berhasil melumpuhkan sebuah pembangkit listrik Arab Saudi di Kota al-Shuqaiq, selatan Provinsi Jizan. Mereka melakukan itu dengan serangan rudal jelajah, Kamis (20/6).

Hal itu dilaporkan Houthi melalui kantor beritanya, stasiun televisi Al Masirah.
Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Saudi memaparkan pihaknya mengetahui laporan penyerangan terhadap "infrastruktur krusial" negara kerajaan itu meski tak menjelaskan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Di Washington, juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan Presiden Donald Trump telah diberitahu terkait penyerangan misil terhadap Saudi.


"Kami terus memonitor situasi secara seksama dan terus berkonsultasi dengan mitra dan sekutu-sekutu kami," papar Sanders.

Sementara itu, dikutip Reuters, juru bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), Letkol Rebecca Rabarich, memaparkan serangan semacam itu menjadi "sumber kekhawatiran lantaran menempatkan orang tak bersalah dalam bahaya."

Meski begitu, hingga kini belum ada laporan terkait kerusakan dan korban jika memang serangan Houthi tersebut bisa dikonfirmasi.
Hingga kini belum juga ada konfirmasi segera dari Saudi terkait laporan serangan rudal tersebut.

Houthi memang terus meningkatkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Serangan Houthi terhadap Saudi juga terjadi sejak Riyadh terlibat dalam perang sipil di Yaman sejak 2015 lalu.

Perang sipil Yaman dilihat secara luas sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran, dua kekuatan besar di Timur Tengah. Saudi selama ini membantu pemerintah Yaman untuk memberangus Houthi yang diduga disokong Iran selama ini.

Serangan Houthi yang meningkat baru-baru ini juga terjadi ketika ketegangan Iran dan AS, sekutu utama Saudi, terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Washington dan Riyadh sama-sama menyalahkan Iran atas insiden sabotase kapal tanker Saudi di Teluk Oman pada pekan lalu, dan di perairan lepas Uni Emirat Arab pada Mei lalu.

Iran membantah bertanggung jawab atas kedua insiden itu.

Sementara itu, Houthi secara terang-terangan juga menyerang dua stasiun minyak Saudi pada Mei lalu. Kelompok itu juga menyerang bandara Abha, Saudi, pada pekan lalu hingga melukai 26 orang. (rds/ayp)