Mahathir Tegaskan Hanya Akan Berkuasa Tiga Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 11:47 WIB
Mahathir Tegaskan Hanya Akan Berkuasa Tiga Tahun Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahathir Mohamad mengatakan akan menyerahkan kekuasaan dan jabatan perdana menteri Malaysia kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim, dalam tiga tahun ke depan sejak ia menjabat. Hal ini kembali ramai disinggung karena kedua tokoh politik itu tidak membuat kerangka jelas mengenai hal itu.

Hal itu dilakukan Mahathir sesuai janjinya kepada Anwar saat keduanya sepakat membentuk koalisi oposisi, Pakatan Harapan, demi melawan mantan PM Najib Razak dalam pemilihan umum Mei 2018 lalu.
"Sejauh yang saya ketahui, saya telah berjanji bahwa saya akan mundur dan Anwar akan menggantikan saya," kata Mahathir kepada CNBC saat diwawancarai akhir pekan lalu di sela-sela KTT ASEAN, di Bangkok, Thailand.

Mahathir memaparkan pemerintah memerlukan waktu tiga tahun untuk bisa mengurangi utang Malaysia dari 80 persen menjadi 54 persen produk domestik bruto (PDP).


Dilansir The Straits Times, Selasa (25/6), ketika ditanya apakah ia masih akan menjadi PM Malaysia untuk memastikan target itu berjalan sesuai rencana, Mahathir menjawab "tidak, saya tidak akan (menjadi PM) melebihi tiga tahun."

"Prioritas saya adalah memungkinkan Malaysia untuk menyelesaikan masalah (utang) ini bahkan ketika saya telah mundur (sebagai PM)," kata Mahathir.
Persoalan transisi kekuasaan dari Mahathir kepada Anwar kembali mencuat belakangan ini, sebab tidak ada kerangka waktu yang jelas mengenai kapan proses itu harus berlangsung. Semasa kampanye pemilu tahun lalu, Mahathir dan Anwar sepakat bersatu dalam koalisi Pakatan Harapan untuk mengalahkan Najib dan koalisi berkuasa saat itu, Barisan Nasional.

Karena saat itu Anwar masih berada di penjara, Mahathir berjanji akan menjadi PM sementara jika menang pemilu. Sebagai gantinya, Mahathir berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada Anwar dalam dua tahun pascapemilu. Namun, perjanjian keduanya tak secara detail menjelaskan waktu pasti transisi jabatan itu akan berlangsung.
Sementara itu, pada Februari lalu, Anwar berharap bisa segera mengemban jabatan itu dalam waktu tidak lebih dari dua tahun. Meski begitu, Anwar menuturkan Mahathir tetap perlu diberikan waktu dan ruang yang cukup untuk memerintah Malaysia secara efektif. (rds/ayp)