Jumlah Dakwaan Korupsi Eks Wakil PM Malaysia Bertambah

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 13:43 WIB
Jumlah Dakwaan Korupsi Eks Wakil PM Malaysia Bertambah Mantan Wakil PM Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi. (thaigov/Flickr via Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, bakal dijerat dengan 40 dakwaan korupsi baru, termasuk dugaan rasuah proyek sistem visa asing (VLN). Dengan hal ini jumlah dakwaan yang akan dihadapi oleh mantan wakil Najib Razak pada persidangan nyaris mencapai 90.

Seperti dilansir The Star, Rabu (26/6), sejumlah kasus korupsi yang menjerat Hamidi akan disidangkan hari ini dan besok. Sebelumnya dia sudah dijerat 47 perkara rasuah terdiri dari penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang.
Dalam sidang hari ini, Hamidi bakal didakwa tujuh perkara di Pengadilan Kuala Lumpur.

Sedangkan pada Kamis (27/6) besok, Hamidi bakal kembali diadili terkait 33 perkara dugaan suap di Pengadilan Shah Alam. Lantas tujuh dakwaan lainnya adalah tindak pidana yang terkait dengan korupsi.


Sebelumnya Hamidi diadili terkait 45 dakwaan terkait korupsi sebesar MYR11 juta ringgit atau setara Rp416,5 miliar.
Zahid dijatuhi 10 dakwaan kejahatan penyimpangan mandat terkait dana dari Yayasan Akal Budi, dan delapan dakwaan korupsi sebesar MYR42 juta ringgit.

Hakim juga menjerat Zahid dengan 27 dakwaan menerima dan transfer uang diduga hasil korupsi di bawah Undang-Undang Anti-Pencucian Uang. Gugatan ini melibatkan uang total MYR72 juta.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa Zahid diyakini menyalahgunakan dana sekitar 800 ribu ringgit dari lembaga Yayasan Akal Budi untuk membayar utang kartu kreditnya dan istrinya.

[Gambas:Video CNN]

Zahid yang merupakan mantan menteri dalam negeri sudah menampik segala tuduhan itu. Ia berdalih, pembayaran tersebut dilakukan secara tidak sengaja oleh pegawainya dan uang itu kini sudah diganti. (ayp/ayp)