Venezuela Mengklaim Gagalkan Upaya Kudeta, Tangkap 6 Perwira

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 09:18 WIB
Venezuela Mengklaim Gagalkan Upaya Kudeta, Tangkap 6 Perwira Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Venezuela mengklaim berhasil menggagalkan upaya kudeta dan menuduh Amerika Serikat, Chile dan Kolombia sebagai dalang. Mereka menyatakan para pelaku hendak membunuh Presiden Nicolas Maduro dan menggantinya dengan seorang jenderal atau mantan menteri.

Seperti dilansir AFP, Kamis (27/6), kabar itu disampaikan Maduro dalam pidato yang disiarkan ke seluruh negeri. Dia menyatakan memutuskan bersikap tegas untuk menangkal segala upaya kudeta kelompok fasis terhadap pemerintah revolusioner Venezuela.
"Kelompok fasis mencoba membunuh saya. Kami ada semua rapat saat merencanakan kudeta," kata Maduro dalam pidato.

Maduro menyatakan mereka mempunyai mata-mata yang berhasil menyusup ke dalam gerakan itu. Alhasil, kata dia, ada enam orang yang ditangkap terkait upaya kudeta.


Sedangkan menurut Menteri Komunikasi Venezuela, Jorge Rodriguez, menyatakan mereka yang terlibat upaya kudeta adalah sejumlah perwira militer aktif dan yang sudah pensiun. Dia mengatakan semuanya sudah dieksekusi pada Sabtu dan Minggu pekan lalu.

Menurut Maduro, otak kudeta itu adalah Presiden Kolombia Ivan Duque, Presiden Chile Sebastian Pinera, Penasihat Keamanan Presiden AS John Bolton, serta pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido.
Menurut pengakuan salah satu pelaku yang masih ditahan adalah seorang perwira militer, Letnan Carlos Saveedra. Dia merupakan keponakan dari Jenderal Ramon Saveedra. Keduanya dibekuk agen intelijen Venezuela karena dugaan upaya kudeta itu.

Menurut pengakuan Carlos, upaya kudeta itu menargetkan tiga pangkalan militer, termasuk Lanud La Carlota di Ibu Kota Caracas.

Menurut Rodriguez, upaya kudeta itu hendak membunuh Maduro dan kemudian menggantinya dengan mantan menteri pertahanan, Raul Baduel. Dia adalah salah satu menteri dalam kabinet mendiang Hugo Chavez.

Akan tetapi, Maduro memutuskan mendepaknya dari kabinet bersama dengan Jenderal Antonio Rivera, yang juga dituduh menjadi pemimpin upaya kudeta.

[Gambas:Video CNN]

Kondisi ini menambah buruk krisis politik di Venezuela. Pada Januari lalu Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim. Dia juga sempat menggalang dukungan sejumlah tentara untuk memberontak terhadap pemerintah Maduro pada 30 April lalu, tetapi upaya itu gagal. (ayp/ayp)