Mati Listrik Berkepanjangan, Maduro Pecat Menteri Energi

CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 13:13 WIB
Mati Listrik Berkepanjangan, Maduro Pecat Menteri Energi Presiden Nicolas Maduro memecat menteri urusan listrik Venezuela, Igor Gavidia, di tengah kisruh padam daya berkepanjangan di negara krisis tersebut. (Miraflores Palace/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Nicolas Maduro memecat menteri urusan listrik Venezuela, Igor Gavidia, di tengah kisruh padam daya berkepanjangan di negara krisis tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Maduro mengumumkan bahwa Gavidia akan digantikan oleh Freddy Brito terhitung mulai Kamis (6/6).

"[Brito] akan melanjutkan pekerjaan untuk memulihkan sistem listrik nasional sebagai Menteri Daya dan Energi Listrik," kata Maduro melalui akun Twitter resminya.




Lulus sebagai insinyur dari fakultas listrik Universitas Pusat Venezuela, Brito akan menjadi satu-satunya menteri dalam jajaran kabinet Maduro yang memegang gelar dari bidang sains dan teknologi.

"Kami akan terus menggabungkan semua pengetahuan kami untuk menangani masalah yang berdampak pada rakyat," ujar Brito dalam pernyataan yang dikutip AFP.

Brito mengaku siap menggantikan Gavidia yang baru saja ditunjuk Maduro pada 1 April lalu dan secara khusus ditugaskan untuk mengatasi masalah padam listrik berkepanjangan di Venezuela.
Rangkaian insiden padam listrik ini bermula pada 7 Maret lalu, ketika Venezuela gelap gulita selama lima hari karena daya di sebagian besar negara terhambat.

Setelah itu, padam listrik terjadi secara sporadis di berbagai penjuru Venezuela, menyebabkan aliran pasokan makanan dan air bersih terhambat.

Sistem transportasi dan peralatan di rumah sakit juga tak berfungsi, memicu peningkatan angka kematian.

Maduro menuding Amerika Serikat dan oposisi melakukan sabotase listrik di Venezuela. Namun, para ahli menganggap listrik di Venezuela padam karena perawatan yang buruk.

[Gambas:Video CNN]

Listrik di Venezuela memang kerap kali padam karena kekurangan investasi pemerintah di bidang infrastruktur.

Pemerintah sering menuding ada upaya sabotase, tapi tak pernah menyebut pihak yang mereka anggap sebagai dalangnya.

Tahun lalu, Maduro meminta angkatan bersenjata menjaga generator di Guri, tapi listrik tetap sering padam. Situasi ini dianggap sebagai kemunduran karena sebelumnya, Guri dianggap sebagai salah satu pembangkit listrik paling kuat di Amerika Latin.

"Kita pernah punya sistem listrik paling baik di dunia, paling kuat. Mereka yang kini memerintah menghancurkannya," kata presiden asosiasi insinyur listrik profesional, Winston Cabas. (has/has)