Hal ini disampaikan Maduro beberapa jam setelah Guaido menyampaikan pernyataannya. Baik Guaido juga Maduro telah mengirimkan perwakilannya masing-masing ke Oslo, Norwegia pada Mei lalu guna melakukan diskusi yang diprakarsai oleh pemerintah Norwegia.
"Tidak ada pernyataan resmi bahwa kami akan menghadiri babak baru tersebut," ujar Guaido, seperti dilansir Reuters, Rabu (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah informasi rinci terkait perundingan di Oslo antara media perwakilan Maduro dan Guaido juga telah dirilis. Guaido sendiri menganggap pemilu yang memenangkan Maduro pada Mei 2018 lalu sebagai suatu yang tidak sah.
Istri Acosta beserta kelompok pembela hak asasi manusia menuduh Maduro sebagai dalang di balik tewasnya Acosta karena sang diktator diduga telah menyiksa perwira itu. Selain itu, pihak Maduro sendiri menolak memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Kepala jaksa penuntut di Venezuela juga menjatuhkan dakwaan kepada dua petugas intelijen pada Senin (1/7) dengan tuduhan pembunuhan berkaitan dengan kematian Acosta. Namun, hingga kini tak ada penjelasan lanjutan tentang bagaimana Acosta bisa tewas.
Sementara itu, dalam sebuah siaran di televisi hari Selasa kemarin, Maduro juga sama sekali tidak menyinggung kematian Acosta. Dia malah menginformasikan bahwa pemerintahannya bersedia melakukan perundingan di Norwegia.
Maduro mengatakan perundingan tersebut bertujuan untuk menciptakan "skema permanen untuk dialog dan solusi."
[Gambas:Video CNN]
"Proses tersebut berjalan lancar," tambahnya.
"Akan ada berita baik dalam beberapa pekan ke depan terkait seberapa baiknya hubungan, negosiasi dan proses pra-kesepakatan yang berlangsung," ujar Maduro. (ajw/ayp)