China Tangkap Pria yang Guyur Bos Mesin Pencari Baidu

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 13:30 WIB
China Tangkap Pria yang Guyur Bos Mesin Pencari Baidu Aparat China menahan pria yang diduga mengguyur Robin Li saat pendiri perusahaan mesin pencari Baidu itu berbicara dalam sebuah konferensi pada Rabu (3/7). (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat China menahan seorang pria yang diduga mengguyur Robin Li saat pendiri perusahaan mesin pencari Baidu itu berbicara dalam sebuah konferensi pada Rabu (3/7).

Kepolisian China menyatakan bahwa penangkapan ini dilakukan Baidu melaporkan kasus ini tak lama setelah insiden terjadi.

Personel kepolisian lantas melacak keberadaan pelaku dan berhasil mendeteksi keberadaan pria tersebut.


Mereka lantas memasukkan pria itu ke dalam pusat detensi pemerintahan yang dapat menampung pelaku hingga lima hari ke depan.
Menurut keterangan kepolisian, pria itu ditahan atas tuduhan "memancing pertengkaran dan memicu masalah."

Insiden ini bermula ketika Li sedang menyampaikan presentasi tentang Kecerdasan Buatan (AI) dalam salah satu konferensi di Beijing pada Rabu.

Saat Li tengah berbicara soal pengembangan mobil tanpa sopir, seorang pria tak dikenal tiba-tiba naik ke atas panggung dan menyiram kepala pendiri Baidu itu dengan sebotol air.
Peristiwa ini sontak membuat Li tertegun dan sejenak berdiam diri. 

"Apa masalahmu?" tanya Li dalam bahasa Inggris ketika pria itu berjalan menuruni panggung.

Insiden tersebut hanya berlangsung beberapa saat, sebelum akhirnya petugas keamanan turun tangan untuk membawa pria tersebut. 

"Setiap orang bisa melihat bahwa jalan untuk memajukan kecerdasan buatan (AI) akan menerima sejumlah hal yang kita tidak sangka," ucap Li dengan wajah dan kemeja putih yang basah kuyup. 
Meski sempat terhenti akibat insiden tersebut, Li tetap melanjutkan presentasinya hingga selesai dan ditutup dengan riuh tepuk tangan hadirin.


Baidu sendiri akhir-akhir ini menuai kritik luar biasa di China karena diduga terlibat skandal iklan medis. Ada pula ketidakpuasan akan perubahan Baidu yang diduga cenderung mendukung kontennya sendiri.

Perusahaan itu juga menjalani tahun yang sulit di antaranya karena menanggung kerugian pada kuartal pertamanya sejak mulai dikenal khalayak pada 2005 silam. (has)