Dalam sebuah jumpa pers pada Kamis (4/7), kepolisian menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika operasi sedang memburu seorang tersangka pengedar narkoba di dekat Manila.
Juru bicara kepolisian Filipina, Bernard Banac, mengatakan bahwa para personel yang diterjunkan dalam operasi pada Minggu itu sudah ditahan untuk menentukan penanggung jawab kematian bocah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian itu memang kecelakaan dan dia menggunakan putrinya sebagai tameng manusia," ujar Banac sebagaimana dikutip Reuters.
"Kita hidup di dunia yang tak sempurna. Akankah seorang petugas kepolisian menembak anak kecil? Tidak akan karena mereka punya anak juga. Namun, kesialan memang terjadi dalam operasi," katanya.
Namun, ibu batita tersebut membantah semua pernyataan kepolisian, meski tak menjabarkan lebih lanjut cerita versi keluarganya. Operasi kepolisian ini pun langsung menuai kritik.
Operasi besar-besaran yang digaungkan oleh Presiden Rodrigo Duterte itu memang dikecam karena menewaskan hampir 27 ribu tersangka tanpa proses peradilan jelas.
"Ini bukan 'kesialan.' Ini terjadi karena pemerintah lebih mengadili orang dengan senjata ketimbang pengadilan," kata seorang pengacara pembela hak asasi manusia di Filipina, Jose Manuel Diokno. (has)