Dituding Pentagon Uji Rudal, China Sebut Cuma Latihan Rutin

CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 05:35 WIB
Dituding Pentagon Uji Rudal, China Sebut Cuma Latihan Rutin Pangkalan militer China di Laut China Selatan. (REUTERS/U.S. Navy)
Jakarta, CNN Indonesia -- China membantah tuduhan Amerika Serikat yang menyebut mereka melakukan uji coba rudal di Laut China Selatan beberapa waktu lalu. China menganggap pernyataan itu tidak relevan dan tidak sesuai fakta.

Kementerian Pertahanan China beralasan operasi militer tersebut hanya merupakan latihan rutin yang dilakukan angkatan bersenjatanya.
"Baru-baru ini, Komando Wilayah Selatan Tentara Pembebasan Rakyat melakukan latihan menembak amunisi langsung di perairan dekat Pulau Hainan sesuai dengan pengaturan latihan rutin biasanya," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan China kepada Reuters, Senin (8/7).

Seorang editor tabloid Global Times China, Hu Xijin, menganggap tuduhan Washington tersebut menyesatkan. Global Times merupakan media pemerintah yang diterbitkan oleh partai berkuasa, Partai Komunis China.


Hu menganggap AS sengaja ingin mengadu domba China dengan negara yang juga memiliki klaim wilayah di Laut China Selatan.

"Sumber yang dapat dipercaya mengatakan kepada saya bahwa klaim Pentagon (Kementerian Pertahanan AS) soal peluncuran rudal China di pulau buatan di Laut China Selatan adalah informasi yang menyesatkan," papar Hu.

"Informasi yang keluar dengan detail minim itu dimaksudkan untuk menebar perselisihan di antara negara-negara di kawasan," katanya menambahkan.
Kabar uji coba rudal yang dilakukan China di Laut China Selatan pertama kali diwartakan oleh NBC News pada pekan lalu.

Pentagon mengatakan peluncuran rudal China baru-baru ini di Laut China Selatan "mengganggu" dan bertentangan dengan janjinya yang bersumpah tidak akan melakukan militerisasi di perairan bersengketa itu.

Laut China Selatan merupakan satu dari serangkaian isu yang menjadi ganjalan dalam hubungan bilateral AS-China.

Di satu sisi, China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan sebagai wilayah kedaulatannya. Klaim itu bersinggungan dengan klaim perairan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, Brunei, hingga Taiwan.

Sejak itu, Laut China Selatan menjadi kawasan yang rawan konflik. Meski tak ikut bertikai di perairan tersebut, Washington menolak keras klaim sepihak Beijing itu.

[Gambas:Video CNN]

AS menegaskan Laut China Selatan merupakan perairan internasional. Washington juga mendorong kebebasan bernavigasi di wilayah yang menjadi jalur pelayaran utama global tersebut. (rds/ayp)