Terjebak Saat Penampungan Kebakaran, 4 WNI Meninggal

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 20:15 WIB
Terjebak Saat Penampungan Kebakaran, 4 WNI Meninggal Proses pemakaman empat WNI yang meninggal dalam kebakaran di Makkah, Arab Saudi. (KJRI Jeddah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal akibat menghirup asap dalam peristiwa kebakaran di daerah Nakasa, At Taqwa, Makkah, Arab Saudi. Diduga mereka adalah pendatang gelap yang tidak bisa melarikan diri dari tempat penampungan lantara bangunan terkunci dari luar.

Dari keterangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (8/7), empat jenazah WNI itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Syarae Baru, Makkah. Sebelumnya seluruh jasad disalatkan di Masjidil Haram.
Empat WNI asal Lombok yang menjadi korban kebakaran masing-masing berinisial IRRS (36), KBS (35), TAT (20) dan SNSI (27).

"KJRI Jeddah baru diizinkan melakukan pemakaman keempat jenazah karena menunggu hasil pemeriksaan otoritas berwenang untuk memastikan penyebab kematian mereka," ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.


Peristiwa kebakaran yang menewaskan empat WNI itu terjadi pada 20 Juni. Tempat kejadian perkaranya berada di kawasan pemukiman yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Seluruh jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Al Noor, Makkah, setelah kejadian.
"Informasi yang kami peroleh dari penduduk sekitar, kebakaran terjadi akibat korsleting pada AC," kata Pelaksana Fungsi Konsuler-1/Koordinator Tim Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) Warga KJRI Jeddah, Safaat Ghofur.

Menurut dengan keterangan RS Al Noor, keempatnya tewas karena menghirup asap kebakaran di tempat tinggal mereka yang berpintu besi dan terkunci dari luar.

KJRI Jeddah dan aparat Saudi sempat mengalami kesulitan mengungkap identitas keempat jenazah tersebut karena tidak memiliki dokumen apapun. Mereka juga diduga sudah melebihi izin tinggal (overstayer).

[Gambas:Video CNN]

Rumah penampungan warga asing ilegal pada umumnya dikunci dari luar untuk menghindari razia atau penggerebekan oleh aparat imigrasi. (rds/ayp)