Putri Raja Salman Diadili atas Kasus Pemukulan Pekerja

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 07:50 WIB
Putri Raja Salman Diadili atas Kasus Pemukulan Pekerja Ilustrasi. (Istockphoto/Wavebreakmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hassa bin Salman, putri Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, diadili atas kasus dugaan pemukulan pekerja di Prancis pada Selasa (9/7).

AFP melaporkan bahwa Hassa diduga memerintahkan pengawalnya, Rani Saidi, untuk memukuli Ashraf Eid, seorang pekerja yang merenovasi apartemen mewahnya di Paris.
Hassa memerintahkan pemukulan tersebut karena menduga Eid memotret di dalam rumahnya pada September 2016 lalu.

Saudara putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) itu menduga Eid berencana menjual foto apartemennya di Avenue Foch, salah satu destinasi favorit kaum kelas atas asing di barat Paris.


Namun, melalui keterangan tertulisnya, Eid mengaku membutuhkan foto rumah itu karena ia harus memperbaiki kolam yang rusak.
Eid mengaku bahwa sesaat sebelum pemukulan terjadi, tangannya diikat dan ia diperintahkan untuk mencium kaki Hassa.

Saidi kemudian memukuli Eid selama beberapa jam dan mengambil perkakas pria tersebut setelah menjalankan aksinya.

Dalam sebuah keterangan yang dilansir di majalah Le Point, pekerja itu dilaporkan mendengar Hassa berteriak, "Bunuh anjing itu! Dia tidak pantas hidup!"
Saidi, sebagai satu-satunya tersangka yang hadir dalam persidangan, mengaku sebenarnya tak mengetahui masalah antara majikannya dan Eid.

"Ketika saya mendengar putri meminta tolong, saya datang dan melihat mereka memperebutkan telepon genggam," tutur Saidi.

Melanjutkan kisahnya, ia berkata, "Saya mengamankan dan melumpuhkan dia, saya tidak tahu apa tujuan dia. Orang Arab itu mau foto dan putri itu adalah seseorang yang penting bagi mereka." (has/has)