DHS juga mengatakan inisiatif dengan negara-negara asal para migran seperti El Salvador, Guatemala dan Honduras serta penumpasan gabungan dengan Meksiko yang menjadi lokasi transit mereka, telah berkontribusi pada penurunan tersebut.
Ribuan migran asal Amerika Selatan setiap harinya menyeberang masuk ke AS karena melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di negara asal mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah ini melebihi kapasitas pemerintah untuk menampung para migran serta memperburuk kondisi kumuh di sel-sel bagi pendatang baru.
"Sejak pemerintahan (AS) mencapai kesepakatan baru dengan Meksiko, kami telah melihat peningkatan besar dalam jumlah penahanan di perbatasan selatan Meksiko," ujar DHS dalam suatu pernyataan.
"Kami masih dalam pengamanan perbatasan dan krisis kemanusiaan," kata DHS.
"Jumlah penangkapan kami di bulan Juni masih tinggi dibandingkan tahun lalu, ketika kami sudah berada dalam krisis. Kami telah melewati titik puncak dan dalam keadaan darurat penuh. Situasi ini seharusnya tidak diterima oleh setiap kita," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Patroli Perbatasan AS sempat menahan hampir 700 ribu imigran pada Oktober 2018 hingga Juni 2019, 140 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. (ajw/ayp)