"Penghentian uji nuklir dan rudal balistik (ICBM) kami dan penangguhan latihan militer gabungan bersama AS, untuk semua maksud dan tujuan, merupakan komitmen yang dibuat untuk memperbaiki hubungan bilateral. Itu bukanlah dokumen legal yang tertulis di atas kertas," ujar seorang juru bicara pemerintahan Korut.
"Dengan AS secara sepihak mengingkari komitmennya, kami (Korut) secara bertahap kehilangan keyakinan kami untuk mengikuti komitmen yang kami buat dengan AS juga."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Presiden AS, Donald Trump, menanggapi santai ancaman ini. Ia bahkan optimistis pembicaraan dengan Korut akan tetap berlanjut.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Dalam beberapa kasus, saya sama sekali tidak terburu-buru. Kita mungkin bisa melakukan sesuatu yang akan sangat baik bagi mereka (Korut) dan bagi setiap orang dan dunia," kata Trump.
Latihan gabungan ini pula yang dijadikan alasan oleh Korut untuk mengembangkan program rudal dan nuklir mereka.
Setelah Kim dan Trump bertemu untuk pertama kalinya di Singapura pada tahun lalu, AS pun sempat menyatakan bakal menangguhkan latihan militer dengan Korsel. Namun belakangan, AS tetap menggelar latihan dengan Korsel. (ajw/has)