Tak Bela Menteri Terkait Video Seks, Anwar Ibrahim Dikritik

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 00:21 WIB
Tak Bela Menteri Terkait Video Seks, Anwar Ibrahim Dikritik Politikus PKR mengkritik Anwar Ibrahim, presiden partai terbesar di koalisi penguasa Malaysia itu, karena tak membela menteri yang terseret skandal video seks. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para politikus senior Parti Keadilan Rakyat (PKR) melontarkan kritik keras terhadap presiden partai terbesar dalam koalisi penguasa Malaysia tersebut, Anwar Ibrahim, karena tak membela seorang menteri yang terseret dalam skandal video seks.

Melalui pernyataan bersama pada Kamis (18/7), para politikus itu mengkritik Anwar karena justru menyarankan pejabat yang bersangkutan, yaitu Menteri Perekonomian, Azmin Ali, untuk mengundurkan diri jika terbukti terlibat dalam skandal tersebut.

Menurut para politikus senior PKR, komentar Anwar itu "tidak layak dan berdasarkan pernyataan spekulatif."


Selama ini, memang belum ada bukti bahwa pihak dalam video syur tersebut memang Azmin. Para warganet hanya berspekulasi karena orang di dalam video seks itu mirip dengan Azmin.
"Dia [Anwar] seharusnya lebih fokus pada isu kuncinya di dini, yaitu ada upaya terorganisir untuk menggunakan parit politik guna menjatuhkan pemimpin kita," demikian pernyataan para politikus yang dikutip Channel NewsAsia tersebut.

Pernyataan itu berlanjut, "Dia seharusnya lebih memikirkan pelanggaran oleh kelompok tertentu yang secara sistematis mendistribusikan sebuah video yang menunjukkan tindakan seksual tersebut."

Lebih jauh, para politikus senior ini menganggap Anwar seharusnya justru menggunakan pengaruhnya untuk membantu Azmin, membelanya demi persatuan partai.
"Dia harus ingat Azmin membelanya dan keluarganya selama lebih dari 20 tahun melawan jenis politik kotor yang sama," tulis mereka merujuk pada tuduhan politis terkait skandal homoseksual yang sempat membuat Anwar dijebloskan ke penjara.

Melanjutkan pernyataan itu, mereka menulis, "Kami mendesak Anwar Ibrahim sebagai presiden partai untuk berhenti membuat pernyataan yang memecah belah. Kami mendesak dia mempersatukan partai, Pakatan Harapan, dan negara ini."

Amin sendiri membantah dugaan bahwa pria yang ada dalam video syur itu adalah dirinya. Ia menyebut video itu beredar sebagai bagian dari upaya lawan politik untuk menghancurkan reputasinya.

[Gambas:Video CNN]

Namun, mantan anggota PKR, Haziq Aziz, mengaku sebagai salah satu pria dalam video tersebut, sementara lelaki lainnya memang Azmin.

Pada akhir pekan lalu, kepolisian sudah menahan Haziq dan lima orang lainnya yang diduga sama-sama anggota PKR. Mereka akan mendekam dalam tahanan kepolisian hingga 20 Juli mendatang.

Sejumlah spekulasi menyebut video itu sengaja diedarkan oleh pendukung Anwar untuk menggulingkan Azmin. Namun, Anwar membantah tudingan tersebut. (has/has)