Abaikan Ancaman Korut, AS-Korsel Lanjutkan Latihan Perang

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 14:21 WIB
Abaikan Ancaman Korut, AS-Korsel Lanjutkan Latihan Perang Ilustrasi latihan perang antara militer Amerika Serikat dan Korea Selatan. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan militer Korea Selatan dilaporkan akan tetap melanjutkan latihan militer gabungan sesuai dengan yang telah direncanakan kedua negara sejak bulan lalu. Dengan keputusan itu maka mereka mengabaikan ancaman Korea Utara yang menyatakan bakal melanjutkan uji rudal balistik antarbenua jika latihan perang itu dilanjutkan.

Hal tersebut dilaporkan langsung oleh seorang pejabat tinggi Korsel pada Sabtu (20/7) pekan lalu. Pelaksanaan latihan gabungan ini menunjukkan AS dan Korsel tidak menggubris keberatan yang diajukan Pyongyang.
Korut menganggap latihan tersebut bakal melanggar kesepakatan yang dibuat Presiden AS, Donald Trump dengan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, seperti dilansir Reuters, Senin (22/7).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan pada Selasa (16/7) pekan lalu bahwa Trump sempat menegaskan kembali dalam pertemuannya dengan Kim bulan lalu bahwa latihan gabungan itu akan dihentikan. Namun, melihat keputusan AS untuk tetap melanjutkan latihan militer, Korut menganggap AS telah melanggar kesepakatan yang dibuat dalam konferensi di Singapura tahun lalu.


Kementerian Luar Negeri Korut juga mengatakan, dengan Washington yang secara sepihak mengingkari komitmennya, membuat Pyongyang kehilangan keyakinan untuk tetap mengikuti komitmen terkait penghentian uji nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Sekretaris Presiden Korsel untuk Perdamaian Korea, Choi Jong-kun, berdalih latihan gabungan ini tidak bersifat ofensif dan hanya untuk memperkuat persekutuan.

Choi juga menuturkan bahwa latihan perang yang akan digelar bulan depan sebagian besar akan melibatkan simulasi komputer daripada mengerahkan pasukan.

"Sejauh yang saya tahu, Presiden Trump tidak berjanji untuk membatalkan latihan militer gabungan itu. Jika ia (Trump) memang melakukan itu, kami mungkin sudah berkonsultasi dan mengorganisirnya serta menggunakannya dengan sangat strategis," kata Choi.

Choi juga mengatakan bahwa AS dan Korsel telah menangguhkan latihan dengan skala besar serta membatalkan latihan gabungan kedua setelah KTT di Singapura pada Juni 2018 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pun tak mengindahkan ancaman Korut awal pekan ini. Sementara itu, pertemuan kedua Trump dengan Kim pada Februari lalu gagal menghasilkan kesepakatan. (ajw/ayp)