China Ancam Kerahkan Militer untuk 'Tertibkan' Hong Kong
CNN Indonesia
Rabu, 24 Jul 2019 15:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer China mengancam akan mengerahkan para personelnya ke Hong Kong untuk menjaga ketertiban umum, menyusul demonstrasi besar-besaran yang berlangsung ricuh selama enam pekan terakhir di wilayah itu. Beijing menuturkan pengerahan pasukan itu akan dilakukan atas permintaan pemerintah Hong Kong.
Juru bicara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Kolonel Senior Wu Qian, mengatakan pihaknya terus memonitor dengan seksama demonstrasi yang terjadi di Hong Kong selama ini, terutama protes yang berlangsung di depan Kantor Penghubung China pada akhir pekan lalu.
Ribuan demonstran melempari telor busuk hingga merusak gedung selama demonstrasi berlangsung.
"Kami terus mengikuti perkembangan di Hong Kong, khususnya serangan kekerasan terhadap kantor penghubung pemerintah pusat China oleh orang-orang radikal pada 21 Juli lalu," kata Wu dalam jumpa pers saat memperkenalkan Buku Putih Pertahanan China, Rabu (24/7).
Wu menuturkan sikap para pemrotes selama ini telah menandakan penentangan terhadap pemerintah China dan sistem "Satu China" sehingga "benar-benar tidak dapat ditoleransi."
Dia mengatakan militer China akan merespons situasi Hong Kong berdasarkan "Pasal 14 Undang-Undang Pangkalan Militer (garrison law)" yang telah memiliki ketentuan yang jelas.
Meski begitu, dikutip The Straits Times, Wu tak menjelaskan lebih lanjut terkait hal tersebut.
Sementara itu, berdasarkan Hukum Garnisun Hong Kong, pasal tersebut menyatakan bahwa pemerintah kota dapat menerima bantuan pemerintah pusat, dalam hal ini China, untuk menjaga ketertiban umum dan bantuan bencana.
Jika Beijing menyetujui permintaan itu, China akan mengirim pasukannya yang ada di Hong Kong untuk melakukan tugas yang telah ditentukan.
[Gambas:Video CNN] (rds/dea)
Juru bicara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Kolonel Senior Wu Qian, mengatakan pihaknya terus memonitor dengan seksama demonstrasi yang terjadi di Hong Kong selama ini, terutama protes yang berlangsung di depan Kantor Penghubung China pada akhir pekan lalu.
Ribuan demonstran melempari telor busuk hingga merusak gedung selama demonstrasi berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wu menuturkan sikap para pemrotes selama ini telah menandakan penentangan terhadap pemerintah China dan sistem "Satu China" sehingga "benar-benar tidak dapat ditoleransi."
Dia mengatakan militer China akan merespons situasi Hong Kong berdasarkan "Pasal 14 Undang-Undang Pangkalan Militer (garrison law)" yang telah memiliki ketentuan yang jelas.
Meski begitu, dikutip The Straits Times, Wu tak menjelaskan lebih lanjut terkait hal tersebut.
Sementara itu, berdasarkan Hukum Garnisun Hong Kong, pasal tersebut menyatakan bahwa pemerintah kota dapat menerima bantuan pemerintah pusat, dalam hal ini China, untuk menjaga ketertiban umum dan bantuan bencana.
Jika Beijing menyetujui permintaan itu, China akan mengirim pasukannya yang ada di Hong Kong untuk melakukan tugas yang telah ditentukan.
[Gambas:Video CNN] (rds/dea)