"Empat orang terbunuh termasuk seorang sersan mayor, dua relawan pertahanan dan satu penduduk setempat" kata Kolonel Thanawee Suwannarat, seperti dilansir Reuters, Rabu (24/7).
Seorang juru bicara tentara juga melaporkan serangan ini terjadi ketika kelompok militan menyerang pangkalan militer di provinsi Pattani, dengan melemparkan sejumlah granat dan menggunakan senapan otomatis selama hampir satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan ini diketahui berawal dari kemarahan para milisi saat mengetahui salah seorang anggotanya, Abdulloh Esormusor, ditemukan dalam kondisi kritis setelah ditangkap dan ditahan berjam-jam di kamp interogasi militer Inkayuth di Pattani.
Selain itu, Sunai Phasuk dari Human Right Watch menduga serangan kemarin merupakan aksi pembalasan atas perlakuan terhadap Abdulloh.
Lihat juga:Bom di Pasar Thailand, Tiga Orang Tewas |
Menurut dokter yang bertugas di kamp Inkayuth dia melihat tersangka tiba di kamp dalam keadaan sehat. Namun, dia kemudian ditemukan tak sadarkan diri setelah ditahan di pusat interogasi.
Inkayuth merupakan pusat penahanan terbesar tentara Thailand di wilayah selatan. Kamp ini juga menjadi lokasi interogasi untuk para terduga milisi. Pemerintah Thailand memberlakukan undang-undang darurat militer di wilayah konflik itu.
Konflik yang telah berlangsung 15 tahun di wilayah selatan, di mana mayoritas Melayu Muslim tinggal, telah menewaskan sekitar tujuh ribu orang. Namun, pertikaian itu tidak terlalu banyak diulas oleh media internasional.