Teror Bom Buat Capres Afghanistan Ketakutan

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 18:55 WIB
Teror Bom Buat Capres Afghanistan Ketakutan Ilustrasi lokasi serangan bom di Kabul, Afghanistan. (AP Photo/Rahmat Gul)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teror bom dan penembakan yang terjadi di awal musim kampanye pemilihan presiden Afghanistan membuat sejumlah kandidat ketakutan. Mereka cemas keselamatannya terancam seperti yang terjadi pada salah satu calon, Amrullah Saleh.

"Pemerintah harus memikirkan keselamatan para calon," kata salah satu calon presiden Afghanistan, Hanif Atmar, melalui juru bicaranya, Qadir Shah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/7), sebanyak 20 orang meninggal dan 50 lainnya luka-luka dalam serangan terhadap kantor tim sukses kandidat presiden Amrullah Saleh di Ibu Kota Kabul. Saleh adalah rekan dekat dan wakil Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.


Ledakan bom terjadi pada Minggu (28/7) pekan lalu pukul 16.40 waktu setempat. Insiden itu terjadi di kantor organisasi Pemuda Hijau, sebuah lembaga yang dipimpin Saleh dan menjadi bagian dari tim kampanye. Saleh yang merupakan mantan kepala dinas intelijen Afghanistan dilaporkan berada di sana saat serangan terjadi, tetapi selamat meski mengalami luka-luka.
Setelah ledakan bom, seseorang dengan membawa senjata menembaki seisi kantor dan bersembunyi di sana. Aksi baku tembak dengan aparat terjadi selama tiga jam, kemudian pelaku berhasil ditembak mati.

Atmar berusaha menyaingi Ghani untuk melaju ke periode kedua, dalam pencoblosan yang bakal digelar pada 28 September mendatang.

Kandidat lainnya, Mohammad Hakim Torsan, juga ketakutan dengan keselamatannya setelah kejadian yang menimpa Saleh.

"Banyak calon presiden cemas dengan keselamatan mereka, tetapi mereka harus berkampanye. Pemerintah harus menjamin keamanan bagi kami dan para penduduk," kata Torsan.
Sampai saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Saleh.

Ghani bakal bersaing dengan 17 kandidat presiden lainnya. Dia membidik masa jabatan kedua sebagai petahana.

Ghani menggaungkan slogan soal perdamaian Afghanistan jika dia terpilih kembali. Namun, hingga saat ini dia belum bisa membuat kesepakatan apapun dengan kelompok Taliban yang tumbang dari kekuasaan pada 2011 silam.

Pesaing utama Ghani adalah Abdullah Abdullah. Dia saat ini menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

Taliban sampai saat ini tidak mengakui pemerintah Afghanistan di bawah kepemimpinan Ghani. Mereka menolak duduk di meja perundingan dengan pemerintah Afghanistan jika pasukan asing belum ditarik dari negara itu.

Tuntut Pilpres Bersih

Di sisi lain, ada kekhawatiran pilpres kali ini tidak jujur. Ajang ini menjadi yang keempat kali sejak kekuasaan Taliban runtuh pada 2011.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah juga sudah dua kali mengundur waktu pencoblosan tahun ini. Rakyat juga curiga hasilnya bakal penuh dengan kecurangan seperti dugaan yang terjadi pada lima tahun lalu.

Atmar dan 12 capres bahkan mengancam memboikot dan menuntut pilpres bakal berlangsung jujur dan bersih. (ayp/ayp)