Trump Diminta Klarifikasi soal 'Hapus Afghanistan dari Bumi'

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 08:47 WIB
Trump Diminta Klarifikasi soal 'Hapus Afghanistan dari Bumi' Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklarifikasi ucapannya yang mengaku akan menghapus negara Afghanistan dari muka bumi.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat bertemu Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Gedung Putih pada Senin (22/7).


Dikutip dari AFP, komentar Trump tersebut memicu kemarahan di Afghanistan, di mana penduduknya lelah berperang dan trauma. Mereka khawatir tentang rencana penarikan pasukan AS yang itu artinya pemerintahan kembali dipimpin Taliban di mana perang saudara terus berkecamuk.


"Pemerintah Republik Islam Afghanistan menyerukan klarifikasi atas pernyataan Presiden AS yang diungkapkan pada pertemuan dengan perdana menteri Pakistan, melalui sarana dan saluran diplomatik," kata kantor Kepresidenan Afghanistan dalam sebuah pernyataan.

Trump sebelumnya mengaku bisa mengakhiri konflik di Afghanistan dengan cepat, tetapi menghapus negara itu "dari muka bumi".

Dia juga mengklaim bisa dengan mudah memenangkan perang tetapi tidak "ingin membunuh 10 juta orang".


"Afghanistan "akan hilang. Ini akan berakhir secara harfiah, dalam 10 hari," kata Trump. Dia juga mengatakan tidak ingin membunuh jutaan orang. "Saya tidak ingin menempuh jalan itu".

Trump menambahkan bahwa Pakistan akan membantu AS "membebaskan" dirinya dari Afghanistan. Kata dia, ada "potensi luar biasa" dalam hubungan antara Washington dan Islamabad.

Pernyataan Trump itu disampaikan saat utusan perdamaian AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, melakukan perjalanan ke Kabul menjelang putaran baru perundingan damai dengan Taliban.

Afghanistan telah lama menyalahkan Pakistan karena memicu konflik di Afghanistan dan mendukung Taliban. Ghani sangat marah karena terus-terusan dikesampingkan oleh AS dalam pembicaraan damai dengan Taliban yang sedang berlangsung.


Pakistan juga menjadi sponsor utama Taliban ketika mengambil alih kekuasaan di Afghanistan selama 1990-an.

"Sementara pemerintah Afghanistan mendukung upaya AS untuk memastikan perdamaian di Afghanistan, pemerintah menggarisbawahi bahwa kepala negara asing tidak dapat menentukan nasib Afghanistan tanpa adanya kepemimpinan Afghanistan," kata pernyataan Kantor Kepresidenan Afghanistan.

Beberapa warga Afghanistan, termasuk mantan Presiden Hamid Karzai melampiaskan kekecewaannya pada komentar Trump lewat media sosial.

"Kami adalah Pamir! Anda tidak bisa menghapus ''The Roof of the World", kata Karzai di Twitter.

[Gambas:Video CNN] (dea/dea)