Putri Dubai Minta Perlindungan Usai Kabur ke Inggris

CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 20:50 WIB
Putri Dubai Minta Perlindungan Usai Kabur ke Inggris Putri Haya binti al-Hussein. (Daniel LEAL-OLIVAS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah beberapa waktu lalu kabur, Putri Haya binti al-Hussein (45) yang merupakan istri pemimpin Dubai yang juga perdana menteri Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Muhammad bin Rashid al-Maktum (70), kini meminta perlindungan kepada pemerintah Inggris. Dia juga menyertakan kedua anaknya, Jalila dan Zayed, dalam permohonan itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (31/7), Putri Haya mengajukan permohonan perlindungan terhadap dia dan kedua anaknya kepada Pengadilan London. Dia juga meminta supaya hak asuh kedua anak itu jatuh kepadanya dan Syekh Mohammad bin Rashid al-Maktum dilarang mendekatinya.
Putri Haya mengajukan permohonan dengan berlandaskan undang-undang anti nikah paksa yang berlaku di Inggris. Menurut aturan itu, nikah paksa hanya terjadi jika kedua belah pihak sama-sama tidak menginginkan membina rumah tangga bersama.

Perintah perlindungan itu bisa diterbitkan oleh pengadilan untuk membantu salah satu pihak yang dipaksa menikah. Mereka bisa mengajukan itu secara mandiri, atau melalui pihak lain yang disetujui pengadilan.


Menurut Pengadilan London, Syekh Muhammad juga mengajukan permohonan supaya kedua anaknya segera dipulangkan. Kini, pasangan suami istri itu terlibat sengketa hak asuh kedua anaknya.

Hakim McFarlane menyatakan mengizinkan media massa memberitakan permohonan Putri Haya.
Dalam mengajukan permohonan itu, Putri Haya didampingi kuasa hukum Fiona Shackleton. Fiona merupakan advokat yang mewakili Pangeran Charles ketika bercerai dari mendiang Putri Diana.

Sedangkan Syekh Muhammad diwakili oleh pengacara Helen Ward. Dia juga sempat menangani perceraian antara sutradara Guy Ritchie dan Madonna serta bos Formula 1, Bernie Ecclestone.

Putri Haya dan kedua anaknya sempat pergi ke Jerman dan mencari suaka. Namun, ketiganya kini telah menetap di sebuah rumah di Taman Istana Kensington, London.

Putri Haya diduga melarikan diri setelah menemukan "sejumlah fakta yang mengganggu" di balik kembalinya Sheikha Latifa, putri ke-23 Syekh Muhammad yang juga sempat melarikan diri pada Februari 2018 lalu.
Latifa kabur karena mengaku diculik dan dipenjara oleh ayahnya. Ia melarikan diri dengan menyewa sebuah kapal pesiar dibantu oleh seorang mantan mata-mata asal Perancis.

Namun, Latifa berhasil ditangkap dan dibawa pulang ke Dubai oleh pasukan UEA. Saat itu, Putri Haya masih membela suaminya atas insiden tersebut. Namun, ia berhasil menemukan sejumlah fakta mencurigakan atas kaburnya Latifa yang mengakibatkan Putri Haya menerima tekanan dari pihak keluarga besar Sheikh Mohammed.

Putri Haya yang merupakan anak Raja Abdullah dari Yordania itu diduga melarikan diri karena merasa takut akan bernasib sama seperti Latifa, yakni diculik dan dipulangkan secara paksa ke UEA. (ayp/ayp)