AS Tak Terpengaruh Peluncuran Rudal Terbaru Korut

CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 05:36 WIB
AS Tak Terpengaruh Peluncuran Rudal Terbaru Korut Menlu AS menyebut aktivitas peluncuran rudal terbaru Korut tak berdampak apa pun pada perjanjian denuklirisasi juga sikap AS di kawasan itu. ( KCNA via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan tak akan mengubah prospek negosiasi senjata nuklir dengan Pyongyang meskipun Korea Utara meluncurkan rudal terbarunya baru-baru ini.

Pompeo menyebut tindakan Korea Utara meluncurkan rudal jarak pendek mereka tidak berpengaruh dengan pendekatan Washington di kawasan tersebut.

Korea Utara menyebut peluncuran rudal jarak pendek terbaru mereka sebagai "peringatan" terhadap latihan militer gabungan antara Korea Selatan-Amerika Serikat.


Mereka telah meluncurkan empat pasang rudal terbaru mereka dalam kurang dari dua pekan. Peluncuran itu terjadi setelah militer AS-Korea Selatan mulai latihan gabungan yang disimulasikan melalui komputer pada Senin (5/8).


Latihan gabungan tersebut bertujuan untuk menguji kemampuan Seoul dalam mengambil kendali operasional saat perang.

Ketika ditanya apakah peluncuran rudal tersebut melemahkan suasana negosiasi denuklirisasi, Pompeo menjawab, "tidak".

"Strategi pemerintahan Presiden Trump sehubungan dengan Korea Utara belum berubah," kata Pompeo.

"Upaya kami adalah untuk mencapai denuklirisasi yang final dan penuh dengan Korea Utara. Kami berharap bahwa dalam pekan-pekan mendatang kami akan bisa kembali bernegosiasi untuk mencapai hal itu," lanjutnya.

Pompeo mencatat bahwa rudal terbaru yang diluncurkan Korea Utara tidak termasuk rudal balistik jarak menengah dan jauh yang menimbulkan ketegangan pada 2017 dan 2018.

Selain itu, ia melanjutkan, Pyongyang telah berhenti menguji coba senjata nuklir sejak September 2017.

"Keduanya hal yang baik," kata Pompeo.


"Kini tugas bagi kami adalah untuk memenuhi keinginan kedua pemimpin yang telah disepakati pada Juni tahun lalu di Singapura," lanjutnya merujuk pertemuan tingkat tinggi Donald Trump dengan Kim Jong-un.

"Kami sepenuhnya fokus pada hal itu dan kami sedang merencanakan untuk negosiasi dalam beberapa pekan ke depan dan kami bersiap kedua belah pihak akan kembali bersama," lanjutnya.

Kedua pemimpin negara tersebut sempat bertemu mendadak dalam Zona Demilitarisasi antara Korea Utara dengan Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Trump dan Kim telah sepakat melanjutkan pembicaraan, namun pertemuan resmi belum dimulai.

Sejumlah pengamat mengatakan manuver militer dari kedua belah pihak dapat memundurkan kembali proses diskusi yang sudah berlangsung hingga musim gugur.

Selain itu, Pyongyang dinilai memberikan sinyal bahwa mereka sedang tidak ingin berdiskusi terkait hal tersebut untuk saat ini. (AFP/end)