Netanyahu Marah Tentara Israel Tewas Ditikam di Tepi Barat

CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 11:52 WIB
Netanyahu Marah Tentara Israel Tewas Ditikam di Tepi Barat Ilustrasi tentara Israel. (REUTERS/Aziz Taher)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam pembunuhan terhadap tentara mereka di Tepi Barat.

Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan tubuh tentara bernama Dvir Sorek (19) itu ditemukan pada Kamis dini hari di Migdal Oz, Hebron dengan sejumlah luka tikaman. Saat ditemukan dia tidak mengenakan seragam.


Netanyahu menyebut aksi itu sebagai serangan "teroris", dan dia menyerukan perburuan terhadap pelaku.


Media Israel melaporkan penyidik tengah menelusuri kemungkinan Sorek dibunuh dalam upaya percobaan penculikan.

Sekitar 2.000 orang menghadiri pemakaman Sorek pada Kamis malam di permukiman Ofra, yang turut ditayangkan oleh penyiar publik Israel KAN.

Sorek merupakan siswa program studi agama di sebuah seminari Yahudi. Saat itu dia berada di Yerusalem "untuk membeli hadiah gurunya" dan dibunuh ketika hendak kembali ke seminari.

[Gambas:Video CNN]

Netanyahu meresmikan 650 rumah baru di permukiman Tepi Barat sebelum melakukan perjalanan mengunjungi tempat kejadian.

Pada kunjungan ke permukiman Beit El, Netanyahu menyebut "teroris kejam itu datang untuk menghancurkan, sementara kita di sini untuk membangun."

Sementara Hamas menyambut baik serangan tersebut. Kelompok militan yang menguasai jalur Gaza itu menyebut aksi pembunuhan tersebut sebagai tindakan heroik.


"Kami salut kepada pejuang yang melakukan operasi heroik menewaskan seorang tentara pendudukan," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 600.000 warga Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat dan mencaplok Yerusalem timur yang dihuni sekitar tiga juta warga Palestina.

Pada April lalu Netanyahu dalam kampanyenya menjanjikan bakal mencaplok wilayah permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat, Palestina yang saat ini mereka duduki.

Pernyataan Netanyahu memancing amarah dari sejumlah tokoh Palestina. Mereka mengecam niat Netanyahu.


Rakyat Palestina dan sejumlah negara menyatakan wilayah pendudukan Israel dan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dianggap bertentangan dengan Konvensi Jenewa. Israel menolak hal itu dengan argumen keputusan mereka menduduki wilayah itu terkait dengan keamanan dan klaim sejarah politik atas kawasan itu.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota mereka jika merdeka kelak. Namun, perundingan damai antara Palestina dan Israel terhenti sejak 2014. (dea)