China Sebut Kekerasan Demonstran Hong Kong Aksi Terorisme

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 03:30 WIB
China Sebut Kekerasan Demonstran Hong Kong Aksi Terorisme Demonstran duduki Bandara Hong Kong. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- China mengecam unjuk rasa di Hong Kong sebagai aksi terorisme setelah sekelompok demonstran melemparkan bom molotov ke arah personel kepolisian selama protes yang kembali berlangsung ricuh, Senin (12/8).

"Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian, ini sudah menjadi kejahatan serius dan juga menunjukkan tanda-tanda awal terorisme muncul," tutur juru bicara Kantor Dewan Negara China untuk Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang.


"Tindakan ceroboh ini telah menginjak-injak aturan hukum dan tatanan sosial Hong Kong," ujarnya menambahkan.


Yang mengecam perilaku kekerasan dari para pemrotes yang dianggapnya berasal dari "kelompok kecil atau minoritas" telah memunculkan "tantangan serius bagi kemakmuran dan stabilitas Hong Kong."

[Gambas:Video CNN]

Dilansir AFP, pernyataan Yang itu muncul sehari setelah ribuan demonstran menentang peringatan pihak berwenang untuk menggelar protes selama akhir pekan lalu.

Demonstrasi akhir pekan lalu menjadi yang ke-10 selama 10 minggu berturut-turut. Protes akhir pekan kemarin juga berlangsung ricuh, di mana polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah pemrotes lantaran menolak untuk bubar.


Jutaan orang dilaporkan telah turun ke jalan sejak awal Juni lalu. Unjuk rasa diawali oleh protes warga terkait rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tahanan Hong Kong diekstradisi ke China.

Meski pemerintah dan parlemen telah membatalkan RUU itu, para pemrotes tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur. Para pengunjuk rasa juga menuntut otoritas Hong Kong memberikan kebebasan berekspresi dan membebaskan para demonstran yang ditahan.


Tak hanya jalanan, demonstrasi juga berlangsung di depan kantor parlemen, gedung Kantor Perhubungan dengan China, hingga terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong.

Otoritas Hong Kong bahkan membatalkan seluruh penerbangan hari ini lantaran demonstran kembali merangsek salah satu bandara tersibuk di dunia itu. (rds/dea)