Korban Tewas Topan Lekima di China Terus Bertambah

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 15:19 WIB
Korban Tewas Topan Lekima di China Terus Bertambah Ilustrasi topan. (REUTERS/Bobby Yip)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban tewas akibat Topan Lekima yang menerjang China bagian Timur bertambah menjadi 44 orang, pada Senin (12/8) pagi waktu setempat. Data resmi dari lembaga darurat provinsi dan media pemerintah juga menyebutkan ada 16 warga lainnya yang masih hilang dalam insiden ini.

Seperti dilansir Reuters, 12 warga lain di antaranya tujuh warga provinsi Zhejiang dan lima warga Shandong ikut tewas akibat terjangan angin kencang tersebut.

Topan Lekima diketahui terus melanda wilayah pantai China dan menyebabkan kerugian ekonomi negara tersebut hingga miliaran dolar serta mengganggu aktivitas perjalanan warga sekitar.


Topan Lekima mulai menerjang provinsi Zhejiang, China pada Sabtu (10/8) dini hari dengan tiupan angin mencapai 187 kilometer per jam. Pusat angin kencang itu sempat melalui kawasan utara China menuju provinsi Shandong kemudian berlanjut ke kawasan pantai.
Sebelumnya, korban tewas akibat bencana alam ini sempat terjadi ketika sebuah bendungan di Zhejiang ambruk setelah dilanda hujan dengan intensitas curah mencapai 160 milimeter dalam waktu tiga jam.

Badan Pengendalian Darurat Shandong mengatakan ada lebih dari 180 ribu orang yang dievakuasi di provinsi itu. Sedangkan sekitar satu juta warga di Zhejiang, Jiangsu, dan Shanghai telah dievakuasi terlebih dulu sebelumnya.

Akibat peristiwa alam ini, China diperkirakan mengalami kerugian ekonomi mencapai 18 miliar yuan (sekitar Rp 36 triliun), di antaranya kerusakan pada 364 ribu hektar lahan panen serta lebih dari 36 ribu rumah penduduk.
Sementara itu, lahan pertanian di Shandong juga mengalami kerusakan yang mengakibatkan petani harus merugi sebesar 939 juta yuan atau sekitar Rp 1,8 triliun.

Di sisi lain, kota Qingdao, sebelah timur Shandong yang menjadi pusat pariwisata juga ikut menerbitkan peringatan pada Minggu (11/8) kemarin. Pemerintah setempat memutuskan untuk menutup semua tempat wisata dan memberhentikan layanan 127 kereta dan bus untuk sementara waktu.

Lekima menjadi topan kesembilan yang melanda China sepanjang tahun ini. Stasiun televisi nasional China juga melaporkan pada Minggu kemarin ada lebih dari 3.200 penerbangan yang telah dibatalkan.

[Gambas:Video CNN]

Sementara, pemberhentian sementara terhadap operasi kereta cepat telah dicabut. Topan Lekima diperkirakan akan mulai mereda saat menuju barat laut lepas pantai Shandong ke laut di sebelah timur ibukota China, Beijing. (ajw/ayp)