Seperti dilansir Reuters, 12 warga lain di antaranya tujuh warga provinsi Zhejiang dan lima warga Shandong ikut tewas akibat terjangan angin kencang tersebut.
Topan Lekima diketahui terus melanda wilayah pantai China dan menyebabkan kerugian ekonomi negara tersebut hingga miliaran dolar serta mengganggu aktivitas perjalanan warga sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pengendalian Darurat Shandong mengatakan ada lebih dari 180 ribu orang yang dievakuasi di provinsi itu. Sedangkan sekitar satu juta warga di Zhejiang, Jiangsu, dan Shanghai telah dievakuasi terlebih dulu sebelumnya.
Akibat peristiwa alam ini, China diperkirakan mengalami kerugian ekonomi mencapai 18 miliar yuan (sekitar Rp 36 triliun), di antaranya kerusakan pada 364 ribu hektar lahan panen serta lebih dari 36 ribu rumah penduduk.
Di sisi lain, kota Qingdao, sebelah timur Shandong yang menjadi pusat pariwisata juga ikut menerbitkan peringatan pada Minggu (11/8) kemarin. Pemerintah setempat memutuskan untuk menutup semua tempat wisata dan memberhentikan layanan 127 kereta dan bus untuk sementara waktu.
Lekima menjadi topan kesembilan yang melanda China sepanjang tahun ini. Stasiun televisi nasional China juga melaporkan pada Minggu kemarin ada lebih dari 3.200 penerbangan yang telah dibatalkan.
[Gambas:Video CNN]
Sementara, pemberhentian sementara terhadap operasi kereta cepat telah dicabut. Topan Lekima diperkirakan akan mulai mereda saat menuju barat laut lepas pantai Shandong ke laut di sebelah timur ibukota China, Beijing. (ajw/ayp)