Pelaku Penembakan di Masjid Norwegia Bantah Semua Tuduhan

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 01:54 WIB
Pelaku Penembakan di Masjid Norwegia Bantah Semua Tuduhan Penembakan di masjid Norwegia. (REUTERS/Lefteris Karagiannopoulos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku penembakan di Masjid Al-Noor, Norwegia membantah melakukan aksi terorisme dan pembunuhan.

Pria berusia 21 tahun bernama Philip Manshaus itu disangkakan sebagai pelaku pembunuhan saudara tiri perempuannya serta melakukan "aksi terorisme" di Masjid Al-Noor.


Namun, semua tuduhan tersebut dibantah. Pengacara Manshaus, Unni Fries, mengatakan kepada AFP bahwa kliennya menolak semua tuduhan yang dijatuhkan.


Manshaus diduga memasuki masjid sambil membawa dua buah senjata lalu melepaskan sejumlah tembakan, tetapi aksinya berhasil dihentikan oleh seorang jemaah masjid berusia 65 tahun.
 
Beberapa jam setelah penembakan itu, jasad seorang gadis ditemukan di sebuah rumah di Baerum. Pihak kepolisian mengkonfirmasi pada Minggu (11/8) bahwa jasad tersebut adalah saudara tiri perempuan Manshaus yang berusia 17 tahun.

 [Gambas:Video CNN]

Asisten Kepala Kepolisian Norwegia, Rune Skjold menyebut Manshaus adalah penganut ideologi "ekstrem kanan" dan seorang yang anti imigran.
 
Media lokal Norwegia juga melaporkan tetangga serta beberapa kenalan menganggap perilaku Manshaus berubah dalam setahun terakhir.
 
Manshaus bahkan disebut menjadi "sangat religius".
 
Berdasarkan penelusuran kepolisian, Manshaus sempat mengunggah pernyataan di forum internet sebelum melancarkan aksinya.

Dalam pesan itu, Manshaus mengimbau para netizen untuk memindahkan "perang ras" dari situs web ke kehidupan nyata.
 
Ia juga menyinggung pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant yang menewaskan 51 orang pada Maret lalu.
 

Di akhir unggahannya, Manshaus pun menuliskan "Valhalla menanti" di mana dalam mitologi Norwegia, hal itu merujuk pada tempat abadi bagi mereka yang tewas dalam pertempuran.
 
Penembakan di masjid Oslo ini terjadi menjelang perayaan Idul Adha. Insiden itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Muslim di Norwegia.
 
Namun, Perdana Menteri Erna Solberg meyakinkan umat Muslim di Norwegia bahwa mereka mendapat dukungan dari pemerintah.
 

Sebelumnya, serangan serupa juga terjadi pada Juli 2011 lalu di mana seorang ekstremis kanan bernama Anders Behring Breivik menyerang umat Muslim di Norwegia melalui sebuah bom truk di dekat kantor pemerintah Oslo. Setidaknya 77 orang tewas dalam insiden tersebut.

Tak hanya itu, Breivik juga melakukan penembakan di kamp pemuda Partai Buruh di pulau Utoya. (ajw/dea)