Cathay Pacific Ancam Pecat Pegawai yang Dukung Demo Hong Kong

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 11:06 WIB
Cathay Pacific Ancam Pecat Pegawai yang Dukung Demo Hong Kong Ilustrasi pesawat milik maskapai Cathay Pacific. (WikimediaImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai Cathay Pacific mengancam bakal memecat pegawainya yang ketahuan mendukung atau turut serta dalam aksi demo di Hong Kong. Peringatan itu diterbitkan pada Senin (12/8) kemarin setelah pemerintah China menekan maskapai itu sejak pekan lalu.

Berdasarkan laporan AFP, Selasa (13/8), Direktur Eksekutif Cathay Pacific, Rupert Hogg, menegaskan bakal menghukum pegawainya yang terlibat demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong. Sebab, maskapai itu bermarkas di Hong Kong dan melayani banyak rute penerbangan ke China daratan.
"Grup Cathay Pacific tidak memberi toleransi terhadap aktivitas ilegal. Secara spesifik dalam konteks saat ini, akan ada berbagai konsekuensi disiplin terhadap pegawai yang mendukung maupun berpartisipasi dalam protes ilegal," tulis Hogg.

"Konsekuensi yang didapat bisa saja serius hingga meliputi pemutusan hubungan kerja," lanjut Hogg.


Hogg secara spesifik memperingatkan pegawainya untuk tidak mendukung maupun berpartisipasi dalam unjuk rasa di Bandara Hong Kong dan tempat lainnya. Dia menyatakan tingkah laku dan pernyataan para pegawai di luar jam kerja dianggap berdampak terhadap perusahaan.

Peringatan ini diterbitkan setelah Badan Penerbangan Sipil China menerbitkan aturan seluruh maskapai yang terbang menuju atau hanya melintas di negara itu untuk mengirim daftar awak pesawat.
Pemerintah China menyatakan kepada maskapai jika ada awak pesawat yang ketahuan ikut serta dalam demonstrasi di Hong Kong, maka akan dilarang terbang ke China selama lebih dari dua bulan.

Cathay Pacific membatalkan lebih dari 150 jadwal penerbangan pada pekan lalu akibat aksi unjuk rasa di Hong Kong.

Selain itu, mereka juga telah mengistirahatkan seorang pilot yang diduga ikut serta dalam aksi unjuk rasa Hong Kong. Sedangkan dua orang pegawai bandara dipecat karena diduga membocorkan rencana perjalanan tim sepak bola kepolisian Hong Kong ke China.

[Gambas:Video CNN] (fls/ayp)