Kepolisian Korsel menemukan jasad perempuan yang teridentifikasi bernama Han itu bersama anaknya pada 31 Juli lalu, dua bulan setelah keduanya tewas.
"Kami tidak melihat ada tanda-tanda pembunuhan atau bunuh diri. Kami masih menunggu hasil autopsi dari Lembaga Forensik Nasional," ujar seorang petugas kepolisian Gwanak, Seoul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, perempuan yang diyakini berusia sekitar 40 tahunan itu memiliki tagihan kontrakan dan gas yang belum dibayar selama setahun terakhir.
Koran itu melaporkan Han membelot ke Korsel melalui China pada 2009 lalu. Tak lama setelah tinggal di Korsel, Han menikah dengan seorang pria China dan pindah ke Negeri Ginseng.
Setelah bercerai, Han kembali ke Korsel tahun lalu bersama anaknya. Selama hampir setahun di Korsel, Han disebut sulit mendapat pekerjaan.
Meski Korsel merupakan negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia, kematian keluarga akibat kemiskinan dan isolasi sosial semakin sering dilaporkan terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, data pemerintah Korsel menunjukkan pembelot Korut memiliki peluang niat bunuh diri tiga kali lebih besar dari warga Korsel karena trauma, isolasi sosial, dan kemiskinan. (rds/has)