Serangan Udara Hantam Konvoi Militer Turki di Suriah, 3 Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 13:13 WIB
Serangan Udara Hantam Konvoi Militer Turki di Suriah, 3 Tewas Ilustrasi. (AP Photo/Khalil Hamra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turki melaporkan serangan udara menerjang konvoi militernya di barat laut Suriah hingga menewaskan tiga warga sipil dan melukai 12 orang lainnya, Selasa (20/8).

Dua sumber pemberontak yang merupakan sekutu Turki memaparkan serangan udara itu menghantam sebuah lokasi dekat konvoi militer yang tengah mendekati Provinsi Idlib.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan konvoi militernya diserang saat dalam perjalanan menuju salah satu pos pengamatan di barat laut Suriah.

Sejak perang sipil berkecamuk di Suriah, Turki menempatkan sejumlah pasukan di Idlib berdasarkan kesepakatan dengan Rusia, sekutu terdekat Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ankara menyebut serangan udara itu melanggar perjanjian antara Turki dan Rusia lantaran pengerahan konvoi militer ke wilayah itu disebut Ankara telah diinformasikan sebelumnya.

Sementara itu, kelompok pemantau The Syrian Obesrvatory for Human Rights mengatakan konvoi militer Turki diserang ketika melewati sebuah jalan raya ketika menuju selatan wilayah itu. 

[Gambas:Video CNN]

Observatorium tersebut melaporkan bahwa seorang pejuang yang ikut dalam konvoi militer ikut terbunuh akibat serangan udara.

The Syrian Observatory for Human Rights menuturkan serangan udara itu berlangsung setelah konvoi militer Turki berhasil merebut wilayah di sebuah bukit di Khan Sheikhun. 

Khan Sheikhun merupakan sebuah kota di Suriah yang telah dikuasai pemberontak sejak 2014 lalu. Pasukan Assad disebut pernah meluncurkan serangan gas sarin ke wilayah itu untuk memberangus pemberontak.

Salah seorang petinggi dari faksi pemberontak Jaish al-Izza, Kolonel Mustafa Bakour, mengatakan para pasukannya telah tiba di Khan Sheikhun pada Selasa pagi untuk memperkuat garis depan konvoi.

Selain pasukannya, al-Izza menuturkan beberapa Tentara Nasional, pasukan pemberontak yang didukung Turki, juga ikut dalam konvoi tersebut.

Dikutip Reuters, media pemerintah Suriah menganggap pengiriman konvoi tersebut ke Suriah adalah sebuah tindakan agresi lantaran dilakukan untuk membantu pemberontak memperkuat pertahanan di Khan Sheikhun.

Pasukan Assad bersama sekutunya dilaporkan telah memasuki kota itu pada Senin malam dan merebut sebagian wilyah itu.


(rds/dea)