China Ancam Sanksi AS karena Jual 66 Jet Tempur ke Taiwan

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 18:58 WIB
China Ancam Sanksi AS karena Jual 66 Jet Tempur ke Taiwan Ilustrasi. (Dok. US Navy)
Jakarta, CNN Indonesia -- China marah atas rencana Amerika Serikat masih melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan, termasuk puluhan jet tempur F-16, Rabu (21/8).

Beijing mengancam akan melakukan apa saja demi merespons rencana Washington tersebut, termasuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Negeri Paman Sam yang terlibat dalam penjualan senjata senilai US$8 miliar itu.

"China akan mengambil seluruh tindakan apa pun untuk mengamankan kepentingan kami, termasuk dengan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan AS yang berpartisipasi menjual senjata ke Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, di Beijing.



Geng menganggap penjualan senjata itu "merupakan intervensi serius dalam urusan internal China". Ia juga menyebut rencana AS itu menyepelekan kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

Beijing menuturkan telah mengajukan protes diplomatik terhadap rencana penjualan senjata itu.
 
[Gambas:Video CNN]

Tak hanya mendesak membatalkan penjualan senjata, Presiden Xi Jinping bahkan mendesak Presiden Donald Trump menyetop transaksi senjata dan menghentikan kontak militer dengan Taiwan.

Ancaman sanksi itu diutarakan China menyusul keputusan Kemlu AS yang menyetujui penjualan 66 F-16 ke Taiwan.


Penjualan F-16 ini disepakati AS-Taiwan ketika Taipei sedang berupaya memperkuat pertahanan udaranya di saat frekuensi pesawat militer China yang menerobos wilayah udaranya terus meningkat.

China sendiri menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya di bawah prinsip "Satu China." Namun, Taiwan selalu menyerukan kemerdekaan penuh dari China.

Sementara itu, AS memang merupakan negara pemasok senjata utama bagi Taiwan. AS sebenarnya tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan.


Namun, di bawah Taiwan Relation Act yang diteken pada 1979 lalu, AS memiliki keterikatan hukum untuk membantu Taiwan mempertahankan diri, terutama dari sektor pertahanan dan keamanan. (rds/dea)