China Jadi Negara yang Paling Getol Mengintai Warga

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 00:24 WIB
China Jadi Negara yang Paling Getol Mengintai Warga Ilustrasi kamera CCTV. (Antranias/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah situs pro-konsumen asal Inggris menempatkan China pada urutan teratas negara yang gencar mengawasi penduduknya. Kesimpulan itu diambil dari daftar peringkat 20 kota yang paling banyak dipantau di dunia berdasarkan perbandingan jumlah kamera CCTV per 1.000 orang, Senin (19/8) lalu.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (20/8), laporan yang dibuat Comparitech, situs penyedia informasi layanan teknologi, mengungkap delapan dari 20 kota tersebut merupakan kota-kota yang tersebar di China.

Kota Chongqing di provinsi Sichuan mendapat peringkat pertama dengan jumlah mencapai 2,6 juta kamera atau 168,03 per 1.000 orang. Kota Szenchen, yang terletak di bagian selatan Guangdong, menduduki posisi kedua dengan 159,09 kamera per 1.000 orang.


Ada pun kota Urumqi, pusat kota bagi etnis Uighur di Xinjiang, menduduki posisi ke-14 dengan 12,4 kamera per 1.000 orang.
China sebelumnya banyak dilaporkan menggunakan sekitar 200 juta kamera CCTV yang diperkirakan akan meningkat hingga 626 juta pada tahun 2020. Namun angka ini dapat meningkat lebih tinggi dibanding perkiraan awal.

"Kota Szenchen berencana memakai lebih dari 16 juta kamera untuk beberapa tahun ke depan, di mana penggunaan ini meningkat sekitar 1.145 persen dibanding jumlah saat ini yang mencapai hampir dua juta kamera," tulis laporan Comparitech.

Laporan tersebut menambahkan apabila peningkatan penggunaan kamera mencapai 1.145 persen, maka terdapat sekitar 2,29 miliar kamera di seluruh kota di China dengan perbandingan dua kamera per orang.

"China membatasi kebebasan bergerak masyarakat secara agresif. Kamera CCTV dan alat deteksi wajah memiliki peran besar di dalamnya," ujar editor Comparitech Paul Bischoff.

Menurutnya, fenomena ini berkembang di seluruh dunia sejak kamera CCTV mudah didapat dengan harga murah serta mudah dipasang. Selain itu, internet juga menawarkan pembangunan infrastruktur tetap yang menyambungkan semua hal.
Laporan ini mengundang berbagai reaksi dari masyarakat, meskipun memiliki kelemahan dalam korelasi antara jumlah kamera dan perasaan yang dirasakan pengguna.

Masyarakat asal Chongqing, Sarah Wang, menyatakan bahwa ia merasakan berbagai dampak negatif terkait hal tersebut. Namun, menurutnya kamera pemantau memiliki manfaat.

"Meskipun saya merasa sedikit jijik, perasaan tersebut tidak dapat mengalahkan keinginan saya untuk tahu siapa yang mencuri ponsel saya di tempat umum," jelasnya.

Yang Guo, masyarakat lain asal Szenchen, merasakan manfaat CCTV untuk pemantauan termasuk melihat perilaku pelanggaran peraturan lalu lintas.

"Saya tidak masalah dengan kamera pemantauan selama itu berada di wilayah publik," tambahnya.

China sendiri telah menerima kritikan akibat sistem pemantauan massal disertai penggunaan teknologi pendeteksi wajah untuk berbagai keperluan.

[Gambas:Video CNN]

Sistem tersebut diklaim dapat meningkatkan jumlah data yang diperoleh dan dibagikan kepada masyarakat, institusi resmi, dan perusahaan.

Hal ini mengkhawatirkan sebagian pihak terkait peran pemerintah dalam perkembangan sistem kredit sosial yang akan mengatur perilaku individu dan korporasi melalui daftar hitam dan sistem penilaian. (fls/ayp)