FOTO: Kelompok Antiglobalisasi Protes Pertemuan Negara G7

AP, AFP, Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 14:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok antiglobalisasi dan separatis Basque menggelar protes berujung bentrok dengan polisi di sela pertemuan puncak pemimpin negara anggota G7 di Prancis.

Pertemuan para pemimpin negara G7 di Bayonne, Prancis, 24 Agustus 2019, diwarnai aksi protes oleh kelompok anti-G7.  Negara anggota G7 adalah Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Prancis, Italia, dan Kanada. (REUTERS/Sergio Perez)
Para aktivis antiglobalisasi hingga separatis Basque beraksi menolak pertemuan G7 sehingga mengakibatkan bentrok dengan aparat keamanan. (REUTERS/Sergio Perez)
Para pengunjuk rasa menurunkan alat barikade yang dipasang kepolisian untuk menghalau massa. Dalam aksi ini pengunjuk rasa meneriakkan protes soal perubahan iklim, hak-hak gay, dan sistem ekonomi yang lebih adil. (Photo by Thomas SAMSON / AFP)
Polisi menembakkan meriam air ke arah pengunjuk rasa yang membuat kekacauan dalam pertemuan puncak pemimpin G7 di Bayonne, Prancis. Meriam air hanya ditujukan kepada ratusan pengujuk rasa yang memblokade jalan dengan tempat pertemuan G7 berlangsung. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Meriam air hingga gas air mata digunakan untuk menghadapi para pengunjuk rasa yang memprotes pertemuan para pemimpin negara G7 di Bayonne, Prancis. Sejumlah pengunjuk rasa membalas aksi polisi dengan melempar batu ke arah mereka. (AP Photo/Bob Edme)
Sejumlah pengunjuk rasa lari menghindari tembakan gas air mata di Bayonne, Prancis. Pemerintah Prancis disebut mengerahkan lebih 13.000 polisi untuk memastikan massa tidak mendekati para pemimpin negara G7 termasuk Presiden AS Donald Trump. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Asap gas air mata memenuhi ruas jalan di Bayonne, Prancis, yang menjadi lokasi unjuk rasa ribuan orang dalam pertemuan para pemimpin G7 di sana. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Polisi disebut menangkap 17 orang pengunjuk rasa yang mengenakan penutup wajah. Dalam aksi protes ini sedikitnya empat polisi mengalami luka ringan. (Photo by Thomas SAMSON / AFP)