KILAS INTERNASIONAL

Ambek Trump Gagal Beli Greenland hingga AS Jual Jet ke Taiwan

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 06:30 WIB
Ambek Trump Gagal Beli Greenland hingga AS Jual Jet ke Taiwan Sejumlah isu jadi sorotan kabar internasional, Rabu (21/8), dari Donald Trump batal ke Denmark karena gagal beli Greenland hingga AS jual jet tempur ke Taiwan. (Reuters/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah isu menjadi sorotan kabar internasional pada Rabu (21/8), mulai dari Presiden Donald Trump yang membatalkan kunjungan ke Denmark karena niatnya membeli Greenland dianggap absurd hingga rencana Amerika Serikat menjual 66 jet tempur ke Taiwan.

1. Niat Beli Greenland Ditolak, Trump Batal ke Denmark

Donald Trump kembali menarik perhatian karena membatalkan kunjungan ke Denmark setelah Perdana Menteri Mette Frederiksen mengejek niatnya untuk membeli Greenland sebagai gagasan yang absurd.


"Denmark adalah negara yang sangat istimewa dengan orang-orang yang luar biasa, tetapi berdasarkan komentar PM Frederiksen bahwa dia tidak berminat membahas pembelian Greenland, saya akan menunda pertemuan kami yang dijadwalkan berlangsung dalam dua minggu ke depan ke waktu lain," kicau Trump melalui Twitter, Rabu (21/8).

"PM (Frederiksen) telah menghemat banyak biaya dan upaya bagi AS dan Denmark dengan bersikap jujur. Saya berterima kasih untuk itu dan berharap bisa menjadwalkan ulang pertemuan kami suatu saat nanti."

[Gambas:Video CNN]

Wacana Trump ingin membeli Greenland ini muncul sejak pekan lalu. Trump membenarkan kabar bahwa dia tengah mendiskusikan kemungkinan pembelian pulau itu, meski belum menjadi prioritas.

Greenland sendiri merupakan sebuah pulau di Atlantik Utara yang sebagian besar wilayahnya dilapisi es. Pulau terbesar di dunia itu merupakan wilayah otonomi yang dikontrol oleh Denmark.

Wilayah itu dianggap penting karena AS memiliki pangkalan udara di Thule yang dibangun pada tahun 1951. Pangkalan udara ini berperan penting karena memiliki Sistem Peringatan Dini Rudal Balistik.

2. Abaikan China, AS Setujui Penjualan 66 Jet Tempur ke Taiwan

Tak hanya Trump secara spesifik, Amerika Serikat juga menjadi sorotan karena menyetujui penjualan 66 jet tempur F-16 ke Taiwan, satu langkah yang diprediksi menyulut amarah China.

Mike Pompeo selaku Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya menyetujui penjualan ini setelah Presiden Donald Trump memberikan lampu hijau pekan lalu.

Menurut Pompeo, penjualan ini sesuai dengan kesepakatan senilai US$8 miliar antara AS dan Taiwan.
Pompeo pun menyebut kesepakatan ini sesuai dengan kebijakan AS tanpa maksud merusak hubungan dengan China.

Kesepakatan ini tercapai saat Taiwan sedang berupaya menguatkan pertahanan udaranya di tengah peningkatan penerobosan militer China ke ruang udara mereka.

China sendiri menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya di bawah prinsip "Satu China." Namun, Taiwan selalu menyerukan kemerdekaan penuh dari China.

Ketika kabar mengenai penjualan jet tempur dan sejumlah alutsista AS lainnya ke Taiwan semakin santer tersebar, Beijing pun mengancam bakal menjatuhkan sanksi atas Beijing.

3. Anwar Ibrahim Desak Zakir Naik Minta Maaf ke Mahathir

Di kawasan Asia Tenggara, dai kondang asal India, Zakir Naik, masih meramaikan berita. Kali ini karena Anwar Ibrahim, presiden partai terkuat dalam koalisi penguasa Malaysia, Parti Keadilan Rakyat (PKR), meminta Zakir memohon maaf ke Perdana Menteri Mahathir Mohamad usai melontarkan pernyataan rasial.

Dilansir Free Malaysia Today, Anwar menganggap Zakir seharusnya berterima kasih kepada Malaysia karena memberikan status penduduk tetap kala dai tersebut menghadapi tuntutan hukum di India, bukan malah memicu keretakan dalam masyarakat.

"Dia seharusnya berkata, 'Tun mahathir, saya berterima kasih diberikan perlindungan karena jika saya kembali ke India, keselamatan saya tidak terjamin. Jika diberi kesempatan, saya meminta maaf. Saya tidak akan melakukannya lagi,'" ujar Anwar, Rabu (21/8).

[Gambas:Video CNN]

Anwar sendiri mengatakan bahwa PKR akan menggelar rapat untuk membahas status Zakir setelah kasus tersebut.

Kisruh ini bermula ketika Zakir menyebut umat Hindu sebagai minoritas di Malaysia memiliki "hak seratus kali lipat" ketimbang Muslim yang juga merupakan minoritas di India.

Selain itu, Zakir juga pernah menyatakan etnis China di Malaysia hanya "tamu" dan seharusnya dipulangkan ke negara asalnya.

Masalah ras dan agama sendiri merupakan isu sensitif di Malaysia, di mana Muslim menjadi mayoritas dengan porsi 60 persen dari total 32 juta warga. (has/has)