Usai Bentrok, Pedemo Kembali Berkumpul di Hong Kong

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 14:59 WIB
Usai Bentrok, Pedemo Kembali Berkumpul di Hong Kong Setelah bentrokan terjadi pada aksi Sabtu (24/8), para demonstran Hong Kong kembali berkumpul di sebuah stadion di kota tersebut, Minggu (25/8). (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah bentrokan terjadi pada aksi Sabtu (24/8), para demonstran Hong Kong kembali berkumpul di sebuah stadion di kota tersebut, Minggu (25/8).

Sudah tiga bulan demo demi demo terjadi di jalanan dan sejumlah fasilitas publik Hong Kong untuk menentang rencana ekstradisi China, yang berkembang menjadi gerakan pro-demokrasi.

Pemerintah Beijing tak tinggal diam menghadapi ratusan ribu demonstran Hong Kong. Mulai dari intimidasi aparat hingga propaganda sampai masalah ekonomi telah dilakukan untuk memecah para demonstran.


Kereta metro Hong Kong, MTR adalah fasilitas bisnis terbaru yang kena protes publik setelah tunduk atas tuduhan media publik China yang menyebut MTR membantu pemrotes ke lokasi demonstrasi.


Pada Minggu (25/8), pihak MTR mengatakan akan menutup stasiun dekat dengan lokasi utama demonstrasi di Tsuen Wan. Penutupan ini jadi yang kedua kalinya berturut-turut.

Sejumlah aksi protes oleh ratusan orang, sebagian merupakan anggota keluarga kepolisian, juga digelar pada Minggu siang.

Salah satu demonstran yang merupakan istri dari seorang perwira kepolisian mengatakan mereka telah menerima cukup banyak kritik.

"Saya percaya dalam dua bulan ini, polisi mendapatkan cukup banyak kesulitan," kata wanita yang hanya mau disebut sebagai Si itu.

"Saya amat ingin kalian tahu bahwa meskipun dunia meludahimu, kami sebagai anggota keluarga tidak akan melakukannya," katanya.

"Ingat, tugas kalian adalah melayani masyarakat Hong Kong, bukan menjadi musuh mereka," lanjutnya.


Para petugas keamanan Hong Kong seringkali menjadi sasaran protes dan amarah karena mereka dianggap menangani demonstrasi dengan kekerasan.

Sebanyak 10 orang dilarikan ke rumah sakit setelah bentrokan pecah pada Sabtu (24/8), dua di antara mereka terluka parah. Namun pihak petugas keamanan menolak memberitahu berapa banyak di antara 10 orang tersebut berasal dari polisi maupun dari pemrotes.

Bentrokan yang terjadi Sabtu (24/8) mempertemukan polisi yang bersenjatakan gas air mata dengan demonstran yang melemparkan batu dan botol. Bentrokan itu terjadi di lingkungan masyarakat pekerja Hong Kong.

Rangkaian demonstrasi ini sudah bermula tiga bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.

Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China.

[Gambas:Video CNN] (end)