Diduga Membunuh, Polisi Bangladesh Tembak Mati 2 Rohingya

CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 14:01 WIB
Diduga Membunuh, Polisi Bangladesh Tembak Mati 2 Rohingya Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/Sestovic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Bangladesh menembak mati dua warga Rohingya dalam baku tembak. Penyebabnya adalah keduanya diduga terlibat dalam pembunuhan tokoh pemuda setempat.

"Keduanya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kepala Kepolisian Cox's Bazar, Bangladesh, Inspektur Rasel Ahmad, seperti dilansir AFP, Senin (26/8).
Menurut Ahmad, kedua warga Rohingya itu ditembak dan luka parah ketika polisi memburu tersangka pembunuhan yang diduga menghabisi tokoh lembaga pemuda yang menjadi organisasi sayap Partai Liga Awami, Omar Faruk. Faruk ditembak di kepala ketika berada di dekat kamp pengungsian Rohingya di dekat Kota Teknaf.

Ahmad menyatakan kedua orang itu diduga kuat sebagai tersangka pembunuh Faruk. Dia mengatakan tersangka terlebih dulu menyerang ketika aparat melakukan penggerebekan.


Kejadian itu memancing amarah masyarakat setempat. Mereka lantas turun ke jalan dan menutup jalan utama yang menuju kamp pengungsian Rohingya selama empat jam, dengan cara membakar ban.
Masyarakat juga merusak sejumlah toko yang ketahuan menjual barang-barang kepada warga Rohingya.

"Warga Rohingya sangat keliru karena memancing amarah penduduk setempat. Kami meminta keadilan secepatnya," kata salah satu kawan mendiang, Abdul Matin.

Meski demikian, seorang pegiat hak asasi manusia setempat curiga dengan kejadian itu. Dia menduga operasi polisi itu hanya akal-akalan untuk menyalahkan etnis Rohingya.

Peristiwa ini terjadi dua hari selepas upaya kedua pemulangan etnis Rohingya dari Bangladesh ke kampung halaman mereka di Myanmar. Namun, proses gagal karena tidak ada satupun etnis Rohingya yang melintasi perbatasan menuju Negara Bagian Rakhine di Myanmar.

[Gambas:Video CNN]

Etnis Rohingya khawatir mereka menjadi korban karena di Rakhine juga sedang pecah pemberontakan oleh kelompok etnis selain mereka.

Sekitar 740 ribu orang etnis Rohingya kabur ke perbatasan Bangladesh untuk menghindari persekusi dari pasukan dan kelompok radikal Myanmar. (ayp/ayp)