Megawati Terisak Kenang Pesan Soekarno soal Perdamaian Korea

PDIP, CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 15:57 WIB
Megawati Terisak Kenang Pesan Soekarno soal Perdamaian Korea Presiden ke-lima Megawati Soekarnoputri. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri sempat terisak dan menitikkan air mata saat menyampaikan pesan Presiden pertama RI Soekarno mengenai perdamaian di semenanjung Korea.

Hal tersebut tampak saat dirinya berpidato pada bagian awal di DMZ International Forum on the Peace Economy.

Dijelaskannya, ada peristiwa bersejarah yang tidak pernah hilang dari ingatannya. Saat itu pada 1965 di Jakarta, Pemimpin Korea Utara Kim Il Sung bertemu dengan Presiden Soekarno. Dia pun mengutip pesan Soekarno saat itu kepadanya.


"Berdirilah tidak untuk memilih Korea Selatan atau Korea Utara. Pilihlah jalan perdamaian. Pegang teguh ideologi Pancasila yang akan menuntunmu ke jalan perdamaian," ujar Megawati dengan suara lirih, di Hotel Lotte Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8).


"Jalan ini akan mempertemukanmu dengan pemimpin dan rakyat kedua negara, yang sama-sama berjuang untuk perdamaian dan kedaulatan Korea. Dan memang itulah yang terjadi hingga saat sekarang."

Megawati membeberkan sejarah panjang Indonesia dan keterlibatannya dalam proses perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan. Proses itu pula yang membuatnya selalu mendorong untuk dilakukannya musyawarah dan mufakat dalam perdamaian kedua Korea.

Ketika dirinya menjabat sebagai Presiden Indonesia, dirinya bertemu pemimpin Korsel saat itu, Presiden Kim Dae Jung, yang secara tidak resmi meminta Megawati untuk menjadi special envoy Korea Selatan untuk Korea Utara.

Kala itu ketika Korea Utara di masa Pemerintahan Kim Jong Il, Megawati mengaku sering datang ke Korea Selatan maupun Korea Utara. "Kepada Yang Mulia Kim Jong Il, saya berusaha meyakinkan beliau bahwa sudah tiba waktunya untuk berusaha menyatukan dua Korea menjadi Korea," kata Megawati.


Seingat Megawati, Kim Dae Jung sudah mendatangi Korea Utara. Sedangkan Kim Jong Il hingga wafatnya belum mendatangi Korea Selatan. Setelah itu, sayangnya ada jeda yang cukup lama usai pergantian kepemimpinan.

"Dan baru setelah Yang Mulia Presiden Moon Jae In, hubungan ini terbentuk kembali. Maksud saya menceritakan sepenggal sejarah yang cukup rumit ini adalah; sampai kapan kedua negara ini akhirnya terwujud menjadi sebuah negara Korea yang bersatu?" ujar Megawati di forum DMZ tersebut. (asa)