Israel Desak Dunia Tekan Iran Usai Rouhani Cabut Batas Nuklir

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 21:00 WIB
Israel Desak Dunia Tekan Iran Usai Rouhani Cabut Batas Nuklir PM Benjamin Netanyahu menyerukan tekanan internasional lebih besar atas Iran usai Hassan Rouhani memerintahkan pencabutan batasan riset dan pengembangan nuklir. (Sebastian Scheiner/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan tekanan internasional yang lebih besar atas Iran setelah Presiden Hassan Rouhani memerintahkan pencabutan batasan riset dan pengembangan nuklir.

"Pagi ini saya menerima informasi pelanggaran lain oleh Iran, kali ini terkait upaya mereka untuk memiliki senjata nuklir," ujar Netanyahu di awal pernyataannya pada Kamis (5/9).
Melanjutkan pernyataannya, Netanyahu berkata, "Ini bukan waktu untuk berbicara dengan Iran. Ini adalah waktu untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran."

Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah Rouhani memerintahkan pencabutan semua batasan riset dan pengembangan nuklir Iran, langkah yang memperkuat indikasi pengurangan komitmen negara itu atas kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).


Israel sendiri memang merupakan musuh bebuyutan Iran. Mereka bahkan tidak mendukung JCPOA, kesepakatan nuklir antara Iran dan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta Jerman yang diteken pada 2015 lalu.
Netanyahu juga sempat mendesak Presiden Donald Trump selaku sekutu terdekatnya untuk menarik Amerika Serikat dari perjanjian tersebut.

Perjanjian yang digagas di era Barack Obama itu menetapkan Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari yang diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen.

Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.

[Gambas:Video CNN]

Namun, di bawah komando Trump, AS akhirnya menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.

Iran pun kembali melanjutkan pengayaan uranium dan mengklaim sudah melewati batas 3,67 persen. AS lantas mengancam bakal menjatuhkan sanksi tambahan.

Di tengah kisruh ini, sejumlah negara yang juga menandatangani JCPOA, seperti Jerman dan Inggris, meminta semua pihak untuk tenang dan mendesak Iran tak melanjutkan pengayaan uranium.
(has/has)