Pemimpin Hong Kong Ajak Warga Dialog Demi Akhiri Demo

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 20:00 WIB
Pemimpin Hong Kong Ajak Warga Dialog Demi Akhiri Demo Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengajak demonstran berdialog dengan pemerintah untuk mengakhiri gelombang unjuk rasa yang memanas sejak tiga bulan lalu. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengajak para demonstran berdialog dengan pemerintah untuk mengakhiri gelombang unjuk rasa yang sudah memanas sejak tiga bulan lalu.

Carrie menyampaikan ajakan ini tak lama setelah ia memastikan bahwa pemerintah akan mencabut rancangan undang-undang ekstradisi yang memicu demonstrasi tersebut.

Menurut Carrie, pencabutan pembahasan RUU ekstradisi itu tidak cukup untuk memuaskan warga. Ia pun kembali mengajak masyarakat untuk berdialog demi mencari jalan keluar berbagai keluhan mereka.


"Ini sangat jelas bagi kita semua bahwa ketidakpuasan masyarakat lebih dari sekadar rancangan undang-undang," ujarnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa pencabutan tersebut merupakan keputusan yang ia ambil dengan dukungan dari pemerintah China tanpa adanya instruksi apa pun.

"Mereka menghargai keputusan saya dan mereka mendukungnya dalam kondisi apa pun," katanya.

Pengumuman pembatalan RUU ini sendiri belum diketahui bakal membantu meredakan ketegangan di Hong Kong atau tidak.
Tak lama setelah kabar ini beredar, indeks saham Hong Kong meningkat 3,3 persen. Indeks properti juga melonjak 6 persen.

Namun, para aktivis pro-demokrasi tetap menyerukan demonstrasi untuk mendesak agar pemerintah Hong Kong memenuhi tuntutan mereka yang lain, bahkan menuntut kemerdekaan penuh dari China.

"Jika Carrie Lam telah mencabut rancangan tersebut dua bulan lalu, mungkin situasi dapat membaik dengan cepat. Namun meletakkan sebuah plester pada daging busuk beberapa bulan setelahnya tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut," kata seorang demonstran dalam "jumpa pers warga" di Hong Kong.

[Gambas:Video CNN]

Selain para demonstran, banyak anggota parlemen pro-demokrasi juga menganggap pencabutan RUU tidak cukup membendung kemarahan publik.

Secara keseluruhan, ada lima poin tuntutan demonstran. Selain pencabutan RUU ekstradisi, mereka juga menuntut agar unjuk rasa mereka tak disebut kerusuhan, pembebasan semua demonstran yang ditahan, penyelidikan dugaan kebrutalan polisi, dan hak warga untuk menentukan pemimpin.

China sendiri dinilai sangat berhati-hati dalam menanggapi pergolakan di Hong Kong ini. Meski dilaporkan mengerahkan militer ke perbatasan dengan Hong Kong, mereka tetap menyatakan dukungan bagi Carrie. (fls/has)