Hendak Ibadah Haji Pakai Visa Kerja, 181 WNI Ditahan di Saudi

CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 16:10 WIB
Hendak Ibadah Haji Pakai Visa Kerja, 181 WNI Ditahan di Saudi Ilustrasi. (CNN Indonesia/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat Arab Saudi menahan 181 warga negara Indonesia (WNI) yang hendak menunaikan ibadah haji berbekal visa kerja dan ziarah.

Konsulat Jenderal RI di Jeddah melaporkan bahwa ratusan WNI itu diamankan saat aparat setempat melakukan penggerebekan di sejumlah apartemen dan satu penampungan di Mekkah menjelang penyelenggaraan ibadah haji.

"Mereka ditahan di rumah detensi imigrasi (Tarhil) Syimaisi karena kedapatan hendak melaksanakan ibadah haji tanpa berbekal visa haji dan surat izin (tasrekh) berhaji," demikian pernyataan resmi KJRI Jeddah, Jumat (6/9).
Merujuk pada hasil berita acara pemeriksaan (BAP) tim Pelayanan dan Perlindungan Warga KJRI Jeddah, sebagian besar dari WNI tersebut mengaku menjadi korban penipuan agen perjalanan.


"Sebagian besar dari 181 orang tersebut mengaku tertipu tawaran berhaji oleh seorang oknum dari travel yang ikut terjaring dalam operasi tersebut. Oknum tersebut juga dimasukkan ke dalam sel tahanan imigrasi Arab Saudi," tulis KJRI Jeddah.

Selain 181 orang tersebut, puluhan WNI lainnya juga terlunta-lunta usai menunaikan ibadah haji di Saudi karena tidak memiliki tiket pulang.

"Lainnya terkatung-katung kepulangannya karena diberangkatkan dengan visa kerja dan tidak diuruskan exit permitnya oleh perusahaan/travel yang memberangkatkan, sehingga mereka tertahan di bandara," tulis KJRI Jeddah.
Saat ini, KJRI Jeddah sudah memberikan pendampingan bagi 201 WNI yang mengalami masalah keimigrasian saat ibadah haji di Saudi.

"Sebanyak 195 telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Sisanya hingga saat ini masih diupayakan agar bisa segera dipulangkan juga," ucap Koordinator Yanlin KJRI Jeddah, Safaat Ghofur.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, menyesalkan kejadian semacam ini terus berulang menimpa WNI yang hendak naik haji. Menurutnya, jumlah WNI yang ditahan di Saudi terus meningkat setiap tahun.
Kebanyakan WNI tersebut merupakan korban penipuan oknum dari Haji ONH Plus. Namun ternyata, visa yang digunakan untuk memberangkatkan para WNI bukan khusus haji.

"Perkiraan saya masih ada di luar sana orang kita yang masih belum bisa pulang karena terkendala visa," tutur Mohamad.

Pihak KJRI Jeddah pun mengimbau agar WNI lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pemberangkatan haji dengan cepat. (has/has)