Gurau Menteri Energi Saudi Prediksi Harga Minyak Picu Depresi

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 19:42 WIB
Gurau Menteri Energi Saudi Prediksi Harga Minyak Picu Depresi Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman. (AP Photo/Jon Gambrell)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, memulai penampilan perdananya di sebuah forum energi internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (9/9). Namun, dia bergurau soal fluktuasi harga minyak bumi belakangan ini bisa membuatnya depresi.

Dilansir AFP, Selasa (10/9), Abdulaziz hadir dalam forum tersebut untuk mengungkapkan kekhawatiran atas sektor energi yang kurang baik. Dia sempat bergurau mengenai kekhawatirannya tentang proyeksi Badan Energi Internasional (IEA).


Pada pekan lalu, IEA menerbitkan keputusan untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada 2019 dan 2020. Hal itu diperkirakan akibat dari perang dagang Amerika Serikat dan China yang memicu ketakutan terhadap penurunan pendapatan secara global.


"Jika saya khawatir dengan proyeksi IEA, saya mungkin akan minum prozac (obat antidepresan) setiap waktu," ujarnya sambil tertawa.

Tidak hanya bergurau, ia juga mengungkapkan gambaran suram tentang prospek global terkait energi.


"Apakah kita mengalami penurunan hari ini? Tidak. Mereka menunjukkan peluang penurunan terhadap kemungkinan perang dagang. Di mana? Apakah Anda percaya bahwa AS dan China dan negara lainnya yang terlibat dalam isu ini tidak memiliki kebijaksanaan dan kepekaan untuk mencoba dan melewati isu ini?," katanya di sela-sela konferensi.

Pangeran Abdulaziz ditunjuk menjadi Menteri Energi pada Senin lalu menggantikan Khalid al-Falih. Dia sebelumya menjadi anggota delegasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak Mentah Dunia (OPEC).

Saudara tiri Putra Mahkota Mohammed bin Salman itu menjadi keluarga kerajaan Arab Saudi pertama yang langsung turun tangan dalam sektor energi dan perminyakan. Lima menteri sebelumnya bukan berasal dari keluarga kerajaan.

[Gambas:Video CNN] (fls/ayp)